Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PENGHARGAAN » Bupati Banyuwangi Raih Democracy Award

Bupati Banyuwangi Raih Democracy Award

(700 Views) March 23, 2014 8:37 am | Published by | No comment

JAKARTA – Selang tiga hari terima Government Award, Banyuwangi kembali raih penghargaan tingkat nasional. Kali ini Bupati Banyuwangi menyabet penghargaan Manusia Bintang untuk kategori Democracy Award karena dinilai telah meletakkan pondasi bagi daerahnya untuk memasuki era perdagangan bebas.

Acara penyerahan penghargaan yang digelar di Balairung Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (22/3/2014) juga diserahkan kepada sejumlah kabupaten/kota lainnya untuk kategori tertentu. Penghargaan yang dikemas dalam acara Malam Budaya Manusia Bintang ini diinisiasi oleh  sebuah media online politik nasional.

Ketua Panitia Deny Mulyana mengatakan sesuai dengan tema acara, “One Nation One ASEAN”,  award ini diberikan kepada sejumlah tokoh yang menurut hemat mereka memberi sumbangsih besar kepada masyarakat dalam memasuki era pasar bebas ASEAN pada 2015 mendatang.

Ditambahkan Deny, dalam era pasar bebas nantinya pemerintah dan masyarakat lokal akan bersentuhan langsung dengan praktek pasar tunggal dan basis industri kawasan ASEAN. Untuk itu, kata Deny, kemampuan pemimpin pemerintah daerah dalam mengelola potensi daerahnya, baik SDA maupun SDM, menjadi salah satu kata kunci untuk menjauhkan masyarakatnya dalam proses peminggiran – salah satu ekses pasar bebas yang tidak dikehendaki dan harus dihindari.

“Kami menilai Bupati Banyuwangi telah melakukan terobosan-terobosan dalam rangka meningkatkan kesiapan masyarakat Banyuwangi dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Tidak hanya sekedar membentengi Banyuwangi menjadi pasar, terobosan-terobosan tersebut justru menjadikan Banyuwangi siap menggempur pasar negara-negara ASEAN,” kata Deny.

Sejumlah kebijakan Bupati Banyuwangi yang dianggap sebagai pondasi untuk memasuki era pasar tunggal ASEAN adalah mendorong kemajuan industri kreatif berbasis pariwisata. Sejumlah sub sektor industri kreatif, seperti seni pertunjukan, desain, arsitektur, fesyen, kerajinan, dan pasar barang seni didorong agar tumbuh dan bisa berdampak secara ekonomi ke masyarakat.

Kebijakan lainnya yang dinilai sebagai bentuk penguatan sosial ekonomi masyarakat adalah mendorong kredit mikro pada pengusaha kecil. “Kami terus dorong ekonomi mikro tumbuh. Sekarang jadi Rp 4,6 triliun kreditnya dari yang semula hanya Rp 2 triliun. Di saat yang sama, kami juga memproteksi masyarakat dengan melarang pendirian mall dan ritel modern. Mall hanya boleh di pinggiran kota,” ujar Bupati Anas.  Selain juga kebijakan pelarangan buah impor di kalangan pemerintah. (Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for Bupati Banyuwangi Raih Democracy Award

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*