Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Bos Kapal LCT Niaga Jaya 9 Tersangka Penipuan Penggelapan

Bos Kapal LCT Niaga Jaya 9 Tersangka Penipuan Penggelapan

(872 Views) June 16, 2016 10:20 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Pasangan suami istri Soebarijono  dan istrinya Elsy Wahyuni Sugondo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Suami istri pengusaha ini dilaporkan mantan mitra kerjanya pada PT. Pelayaran Makmur Bersama karena diduga tidak membagikan uang laba perusahaan. Pelapornya adalah  Rio Martin Pully.

Status tersangka yang disandang pasangan ini sejak minggu lalu. Penyidik Polres Banyuwangi menetapkan tersangka setelah mengantongi bukti permulaan yang cukup. “Sudah kita tetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan, berkasnya sudah kita kirim ke Kejaksaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Stevie Arnold Rampengan.

Keterngan Rio Martin Pully melalui pengacaranya Ronald kasus ini berawal saat kliennya membentuk bersama Soebarijono dan Elsy Wahyuni membentuk PT Pelayaran Makmur Bersama. Dalam pembentukan perusahaan itu, Rio Martin Pully dan Istrinya menyetorkan modal sebanyak 30%. Selanjutnya dibuatlah akta pendirian PT. Pelayaran Makmur Bersama dengan akta nomor 5 tahun 2010 di Notaris Ahmad Munif.

Akta tersebut kemudian digunakan untuk mengajukan kredit sebesar Rp 10 milyar untuk pembelian Kapal Trans Jawa (Niaga Jaya 9). Setelah empat bulan beroperasi, lanjut Ronald, kliennya pergi ke Singapura selama tiga bulan. “Saat klien saya pulang ternyata perusahaan tersebut telah dibubarkan dan dibuat akta pendirian baru,” jelasnya.

Belakangan, lanjutnya,  diketahui akta  pendirian yang pertama itu tidak dapat didaftarkan di kemenkumham. Kemenkumham tidak mengeluarkan surat persetujuan karena terkendala status profesi tersangka.

Ronald menambahkan, dalam akta yang baru yakni akta nomor 36 tahun 2011 yang juga dibuat di notaris Ahmad Munif, Rio Martin Pully dan istrinya tidak dimasukkan sebagai pemegang saham. “Alasannya karena klien saya tidak menyetorkan modal, padahal pada akta pendirian yang pertama sudah jelas klien saya menyetorkan modal,” bebernya.

Padahal, menurutnya, selama proses itu berlangsung, kapal Niaga Jaya sudah beroperasi dan menghasilkan sekurag-kurangnya Rp 2 Milyar tiap bulannya. Sehingga seharusnya kliennya  mendapatkan bagi hasil sebesar 30%. “Seharusnya klien saya menerima bagi hasil kurang lebih 20 milyar,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Soebarijono dan istrinya membenarkan dirinya sudah ditetapka sebagai tersangka.  Pria yang didampingi pengacaranya Oesnawi itu tidak banyak berkomentar mengenai perkaranya itu. “Iya memang sudah menjadi tersangka, tidak apa-apa,” katanya.(jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Bos Kapal LCT Niaga Jaya 9 Tersangka Penipuan Penggelapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment