Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » BEM Untag Banyuwangi Ngelurug DPRD

BEM Untag Banyuwangi Ngelurug DPRD

(862 Views) December 12, 2015 1:23 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Kejadian amuk massa warga terkait kegiatan pertambangan emas Gunung Tumpangpitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, mulai menarik perhatian kalangan mahasiswa. Mahasiswa menilai, tindakan repressif yang dilakukan aparat keamanan sehingga menyebabkan beberapa warga terluka tembak, adalah pelanggaran HAM (Hak Azasi Manusia) yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

BEM Untag Banyuwangi Ngelurug DPRD

Pengurus BEM Untag Banyuwangi, saat diterima Pimpinan DPRD

Dalam kaitan kejadian tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menyayangkan bahwa sejauh ini tidak ada respon atau tindakan apapun yang dilakukan oleh DPRD Banyuwangi sebagai representasi masyarakat. Atas dasar itulah, sekelompok Pengurus BEM Untag yang dipimpin langsung Ketuanya, Siti Nur Cholisah, Jum’at (11/12) kemarin ‘ngelurug’ ke gedung DPRD untuk menemui pimpinannya.

Beruntung, karena niat dan keinginan para aktifis Mahasiswa itu ternyata tidak menemui halangan yang berarti. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara dan dua orang wakilnya, Ismoko dan HM Joni Subagio. Mereka langsung digiring masuk ke ruang kerja Ketua DPRD untuk diajak dialog secara tertutup.

Ditemui seusai pertemuan, Ketua BEM Untag, Siti Nur Cholisah, mengungkapkan, pihak DPRD mengakui bahwa sejauh ini secara institusi DPRD memang belum mengambil langkah dan mengeluarkan statemen apapun terkait kejadian amuk massa warga di sekitar pertambangan Tumpangpitu. “Namun secara personal, beberapa anggota DPRD sudah langsung berada di lapangan untuk turut meredam dan menenangkan warga. Kita berharap, DPRD sebagai representasi warga Banyuwangi bisa segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Karena ini menyangkut warga, menyangkut kepentingan masyarakat Banyuwangi secara keseluruhan,” kata Siti Nur Cholisah.

Dalam waktu dekat, kata Siti Nur Cholisah, BEM akan menggelar pertemuan dengan mengundang-hadirkan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan tentang kejadian yang sebenarnya. “Sementara ini, kita hanya mendapatkan informasi dari media massa dan melihat gambar-gambar hasil rekaman kejadian. Untuk sementara ini kita menyimpulkan telah terjadi pelanggaran HAM dalam penanganan kasus amuk massa Tumpangpitu. Sebagai bagian dari masyarakat, sebagai mahasiswa kita akan terus melakukan pendampingan terhadap warga. Kita ingin agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan warga yang ada di lingkungan yang terdampak langsung, bisa memperoleh hak-hak sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, membenarkan bahwa pihaknya memang belum mengambil langkah apapun terkait kejadian di Tumpangpitu. “DPRD memang belum mengambil langkah apapun. Tetapi sejak kejadian itu, beberapa anggota kita sudah ada di lapangan untuk turut meredam dan menenangkan warga. Sementara ini biarkan aparat keamanan menangani kasus tersebut,” kata Made. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in: ,

No comment for BEM Untag Banyuwangi Ngelurug DPRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*