Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Belum Berporporasi, Karcis Pantai Boom Sudah Beredar

Belum Berporporasi, Karcis Pantai Boom Sudah Beredar

(414 Views) August 18, 2016 12:49 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Keluhan warga tentang mahalnya Retribusi yang dikenakan kepada pedagang Kakilima yang menggunakan Kendaraan roda 4 di kawasan Pantai Boom, mendapat tanggapan dari pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Banyuwangi. Dispenda melalui Kepala Bidang Pendataan, Sujiati Andriani, S.Sos, MM., menjelaskan, memang ada pengajuan dari pengelola yakni PT Pelindo III yang bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi tentang karcis retribusi untuk pedagang kakilima dengan kendaraan roda 4 senilai Rp 50.000,-.

Namun, kata Sujiati, untuk pemberlakuan retribusi tersebut saat ini baru sampai pada tahap sosialisasi. “Sampai saat ini, karcis retribusi senilai Rp 50 ribu itu masih dalam tahap sosialisasi dan belum dilakukan porporasi. Soal kapan akan mulai digunakan, itu pihak pengelola yang tahu. Itu saja yang bisa kita jelaskan,” jelasnya, Kepada Memorandum, Selasa (16/8) lalu.

Terpisah, Kepala Plt Dispenda Kabupaten Banyuwangi, Fajar Suasana, dengan tegas menyatakan, apapun bentuk tiket masuk dan karcis retribusi yang dikenakan kepada umum, harus dilakukan porporasi (tanda plong, red.) oleh Dispenda dan wajib membayar pajak retribusi. “Ada regulasi yang mengatur tentang itu, termasuk Perda. Jadi apapun bentuknya, harus dilakukan porporasi lebih dulu dan wajib membayar pajak retribusi. Kalau tidak, ya berarti melanggar aturan. Porporasi itu bertujuan untuk mengetahui jumlah dan besaran tarif yang tercantum dalam karcis, untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan,” jelas Fajar, yang ditemui Memorandum seusai mengikuti Upacara Hari Kemerdekaan RI di Lapangan Taman Blambangan, Rabu (17/8) kemarin.

Mahalnya karcis retribusi ini pertamakali mencuat ketika seorang pedagang kakilima yang menjual makanan dan minuman dengan menggunakan kendaraan roda 4, mengeluh setelah ditarik karcis retribusi sebesar Rp 50 ribu. Karcis sebagai bukti pembayaran retribusi itupun kemudian diunggah ke media sosial dan mendapat tanggapan beragam. “Ya terkejut sekali. Bisanya hanya Rp 2.500,” kata pedagang makanan bernama Agustia Budiarti, saat dihubungi Memorandum. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Belum Berporporasi, Karcis Pantai Boom Sudah Beredar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*