Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Batik Banyuwangi Tampil di Indonesia Fashion Week

Batik Banyuwangi Tampil di Indonesia Fashion Week

(1018 Views) February 25, 2015 8:11 pm | Published by | No comment

Banyuwangi Indonesia Fashion Week 2015Batik banyuwangi tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) pada 28 Februari. Menggandeng desainer batik kenamaan, Priscilla Saputro, batik pesisiran Banyuwangi ini akan tampil dalam helatan bergengsi di dunia fashion yang bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC).

Priscilla yakin, batik Banyuwangi mampu mencuri perhatian khalayak nasional dan internasional. “Batik banyuwangi adalah satu-satunya batik kontemporer yang punya filosofi. Dari 44 motif yang ada, kami akan angkat 20 motif di antaranya dalam ajang IFW ini,” tandas Priscilla.

Dalam IFW, batik banyuwangi bakal mengusung tema Novum Ethno (etnik yang mengarah pada pembangunan yang luar biasa) dengan sub tema Androgini (peleburan maskulinitas dan feminitas dalam sebuah tampilan). Tak kurang 58 outfit rancangan Priscilla akan tampil dalam helatan tersebut. Batik-batik itu bakal dipakai oleh para model nasional dan finalis Puteri Indonesia di ajang IFW.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa ikutnya Banyuwangi dalam helatan IFW 2015 ini sebagai upaya untuk memajukan industri kreatif batik Banyuwangi.

“Ikhtiar kami memajukan industri kreatif batik disambut positif. Para desainer dan pelaku fesyen nasional melibatkan Banyuwangi dalam Indonesia Fashion Week. Semoga ini menjadi pembuka jalan agar batik kami semakin dikenal luas,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Selama dua tahun berturut-turut, Pemkab Banyuwangi rutin menggelar event Banyuwangi Batik Festival (BBF). Pergelaran BBF ini merupakan wujud komitmen pemerintah dan masyarakat Banyuwangi dalam menumbuhkembangkan kekayaan budaya lokal, khususnya untuk mengeksplorasi khazanah kekayaan batik lokal. “Saat daerah lain semangat membawa tema budaya luar/global ke tingkat lokal, kami justru membawa tema budaya lokal ke level global. Salah satunya lewat Batik Festival,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Di Banyuwangi, kami ingin menampilkan batik tidak hanya menjadi penanda, namun sebuah kebanggaan yang berujung pada kesejahteraan para pelaku industri ini,” imbuh Anas. Batik kini bukan lagi dianggap bagian dari gaya lawas, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini. Batik telah menjadi tren. “Tren ini harus dijawab dengan keseriusan semua elemen untuk mendorong pengembangan batik, baik dari sisi desain, kemasan event, maupun aspek ekonominya,” kata Anas.

Helatan IFW ini juga akan melibatkan sejumlah desainer lokal Banyuwangi. Mulai dari para perajin batik, fashion desainer, hingga pengusaha distro lokal. Karya-karya mereka akan diikutkan dalam pameran dagang mulai dari 26 Februari – 1 Maret 2015 di JCC.

Sedah sebulan terakhir ini mereka serius menggarap karya mereka sebagus mungkin. Seperti Anita Yuni, fashion designer asal Banyuwangi ini juga tengah menyiapkan karyanya yang akan ditampilkan di booth IFW.

Anita di ajang bergensi ini kebagian mengisi booth dengan tema androginy, menggabungkan dan meleburkan maskulinitas dan feminitas dalam sebuah kreasi.  “Androginy agak susah sih untuk desainer busana muslim, apalagi karakterku casual feminim. Tapi ini tantangan buat aku. Dan alhamdullilah kami sudah selesai dan Bu Pricil acc semua rancanganku,” kata Anita Yuni.

Ada 10 desain baju yang tengah disiapkan Anita di booth nanti. Semua baju yang akan ditampilkan didesain dan dikerjakan oleh tangan-tangan terampil artisannya. Bahan yang digunakann untuk desainnya, murni batik khas Banyuwangi yang diwarnai dengan pewarna alam dari kayu secang dan daun mangga. Sehingga warna yang dihasilkan soft dan natural.

Selama proses pengerjaan 10 desaignya ini, Anita mengaku membutuhkan waktu sekitar 24 hari, dari mulai mendesaign sampai finishing baju. “Sekarang ini lagi pasang detail untuk baju-bajunya, pakek bunga-bunga handmade dan manik-manik yang bentuknya tiles. Untuk asesorisnya aku nimpalin asesoris yang ukurannya kecil, bow, crisantheum dan seruni yang cocok untuk dipakai sehari-hari. Untuk hijabnya aku pilih hijab batik dua tone yang lembut tapi kelihatan fresh,” kata Anita.

Dari 44 motif batik khas Banyuwangi, Anita menggunakan dua motif paras gempal dan gedhekan, kedua motif ini dipilih kata Anita lebih edgy, fresh dan simple cocok banget untuk tema androginy.

“Dengan bisa menggelar karya di IFW, batik khas Banyuwangi semakin dikenal sebagai salah satu sentra batik yang punya karakter unik dan khas. Disisi lain dengan diikutkannya kami disini kita bisa melatih jiwa enterpreneurship yang mandiri,” kata Anita. (Humas Protokol Pemkab Banyuwangi)

Categorised in:

No comment for Batik Banyuwangi Tampil di Indonesia Fashion Week

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*