Saturday, August 8, 2020
Home PEMERINTAHAN Banyuwangi Raih Harmony Award dari Kementerian Agama

Banyuwangi Raih Harmony Award dari Kementerian Agama

Banyuwangi, Memorandum – Kabupaten Banyuwangi meraih ‘Harmony Award’ atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama (Kemenag). Penghargaan ini diberikan karena Banyuwangi dinilai mampu mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan mampu mengelola perbedaan dengan bijak. Penghargaan itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di Jakarta, Minggu pekan lalu.

Penghargaan ini diraih setelah Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenag melakukan survei ke daerah-daerah di Indonesia. Dari survei itu, disusun indeks kerukunan umat beragama hingga terpilihlah Kabupaten Banyuwangi sebagai penerima penghargaan. “Kami mengapresiasi setiap upaya menciptakan kerukunan umat beragama, sehingga dari waktu ke waktu kualitasnya meningkat. Inilah yang kami sebut layanan bermartabat bagi umat,” ujar Menag Lukman.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan penghargaan ini adalah berkat kerja keras seluruh pihak. “Pemkab Banyuwangi punya kebijakan sinergi dengan melibatkan tokoh lintas agama, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya untuk duduk bersama mewujudkan Banyuwangi yang damai serta sukses program-program pembangunannya,” kata Yusuf.

Hal lain yang bisa merekatkan hubungan dan toleransi antar umat, kata Yusuf, adalah membangun kedekatan antar pemuda lintas agama lewat kemah bersama yang diberi nama FORMULA 1 (Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu) untuk membangun dialog bersama.

Terkait penghargaan tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi dan modal utama untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Konflik hanya akan menguras energi masyarakat yang tidak akan menghasilkan perubahan positif. “Sudah banyak contoh daerah atau negara yang hancur karena konflik antarumat beragama maupun antaretnis. Ngeri dampaknya. Dengan masyarakat yang rukun, kita bersama-sama melangkah ke arah yang lebih baik,” ujar Anas.

Anas mengatakan, Harmony Award merupakan pelecut untuk terus mempertahankan kerukunan umat. “Tentu award ini bukan puncak atau akhir perjalanan dalam menjaga kerukunan, tapi merupakan mata rantai dari ikhtiar tak pernah putus untuk mewujudkan masyarakat yang senantiasa rukun dalam perbedaan,” kata Anas. (bud/net)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia