Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Banyuwangi Masuk Radar Pengembangan Broadband Nasional

Banyuwangi Masuk Radar Pengembangan Broadband Nasional

(743 Views) October 16, 2014 8:45 pm | Published by | No comment

JAKARTA – Pemerintah telah meluncurkan Rencana Pita Lebar Indonesia (RPI) sebagai peta pengembangan internet berkecepatan tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Acara peluncuran dilakukan di Jakarta, Rabu (15/10/2014). Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyerahkan buku RPI kepada sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya sejumlah dirut perusahaan telekomunikasi, akademisi, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Anas menjadi satu-satunya kepala daerah yang diberi kesempatan menerima buku RPI sebagai representasi daerah yang dinilai menaruh perhatian serius pada pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih telah dipercaya Kementerian PPN/Bappenas untuk menerima buku RPI. Banyuwangi juga menyatakan siap dijadikan daerah yang akan diintervensi oleh program pemerintah pusat dan perusahaan telekomunikasi untuk dijadikan model pengembangan TIK dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Sebuah kehormatan bagi kami, sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Jawa diundang untuk menerima dokumen RPI. Ini jadi sinyal bahwa Banyuwangi masuk radar pengembangan broadband nasional. Di Banyuwangi, dengan kekurangan dan kelebihan yang ada, kami berupaya mendorong pengembangan infrastruktur TIK untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup publik,” ujar Anas.

Bupati berusia 41 tahun itu mengatakan, Banyuwangi terus menjajaki pengembangan TIK dengan menjalin mitra bersama dunia usaha dan pemerintah pusat. Kementerian PPN/Bappenas diketahui mempunyai program pengembangan internet berkecepatan tinggi, di mana Banyuwangi ingin ikut mendapat intervensi program dari pemerintah pusat.

“Ini bagian dari upaya kami melobi pemerintah pusat agar ikut mendorong pembangunan di Banyuwangi. Selama ini untuk pengembangan TI kan kerja sama lewat program CSR PT Telkom. Nah, kalau tambah dibantu pemerintah pusat, tentu makin bagus. Kalau sudah keroyokan banyak pihak, pengembangan pasti lebih mudah dilakukan,” papar Anas.

Dia menambahkan, pengembangan TIK tentu tak bisa bersandar pada APBD semata. “Dalam hal ini, diperlukan keluasan jaringan dan fleksibilitas untuk mengajak banyak pihak, mulai dari dunia usaha seperti PT Telkom sampai melobi pemerintah pusat, agar Banyuwangi menjadi salah satu prioritas pengembangan TIK,” bebernya.

Anas mencontohkan pemasangan jaringan wifi atau pembangunan Taman Digital di Pantai Boom yang mendapat dukungan dari PT Telkom. Di Banyuwangi telah dipasang sedikitnya 1.200 titik wifi. Jumlah pengakses WiFi di Banyuwangi pun tercatat sudah mencapai 164.372 per bulan pada kuartal pertama 2014, meningkat dibanding rata-rata tahun lalu sebesar 97.957 pengguna per bulan.

“Ini kesannya sepele, tapi dampaknya luar biasa. Apalagi di era media sosial seperti saat ini. Wisatawan berkunjung ke Teluk Hijau, Pantai Pulau Merah, atau Kawah Ijen lalu berfoto dan upload di Twitter, Path, atau Instagram-nya. Itu jadi model pemasaran yang efektif, sehingga publik luas jadi tahu keindahan wisata Banyuwangi,” tuturnya.

Sementara itu, dalam RPI, terdapat lima prioritas pembangunan TIK, yaitu e-pemerintah, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik, dan e-pengadaan. Anas mengatakan, Banyuwangi sendiri sudah menerapkan TIK untuk menunjang pelayanan publik, baik untuk kesehatan, pendidikan, pengadaan barang dan jasa, maupun administrasi kependudukan. “Tentu masih ada kekurangan. Ke depan terus ditingkatkan secara bertahap,” ujarnya. (Humas Protokol)

Categorised in: ,

No comment for Banyuwangi Masuk Radar Pengembangan Broadband Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*