Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Banyuwangi Kembali Raih Piala Adipura

Banyuwangi Kembali Raih Piala Adipura

(947 Views) November 25, 2015 11:38 am | Published by | No comment

Banyuwngi, Memorandum – Untuk ketiga kalinya, Kabupaten Banyuwangi berhasil mempertahankan prestasinya di bidang kebersihan. Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini kembali meraih Piala Adipura yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar kepada Penjabat Bupati Banyuwangi, Zarkasi, Senin malam (23/11) di Gedung Bidakara, Jakarta.

Adipura Banyuwangi 2015

Pj Bupati Banyuwangi, Zarkasi, saat menerima Piala Adipura langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya

Raihan penghargaan bidang kebersihan yang ketiga kalinya merupakan prestasi yang luar biasa dan membanggakan bagi Banyuwangi. Membanggakan, karena pada tahun 2011 lalu Banyuwangi pernh dinobatkan sebagai kota terkotor kedua se Jawa Timur. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi yang ikut mendukung pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman. Semua berperan nyata, mulai dari pesapon, tukang sampah, dan yang paling nyata adalah kerja keras semua rakyat dalam mewujudkan budaya bersih di Banyuwangi” ungkap Zarkasi.

Piala Adipura adalah penghargaan bagi kota/kabupaten di Indonesia yang berhasil dalam bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Tahun ini penyerahan piala berdasarkan pada empat kategori wilayah penilaian, yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil. Banyuwangi sendiri menjadi penerima penghargaan untuk kategori kota sedang. “Penghargaan ini kami harapkan bisa menjadi motivasi bagi segenap masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih maka Banyuwangi akan semakin nyaman untuk ditinggali. Ini juga akan menjadi salah satu pengungkit daya tarik bagi wisatawan,” kata Zarkasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Arief Setyawan, menambahkan, tahun ini penilaian untuk penghargaan Adipura jauh lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Ini mengakibatkan jumlah penerima piala Adipura 2015 jauh berkurang dibandingkan tahun 2014 lalu. “Kami bersyukur bahwa Banyuwangi bisa mempertahankan Piala Adipura. Sebab di Jawa Timur saja biasanya hampir semua kabupaten/kota mendapatkan penghargaan ini. Namun untuk tahun ini hanya 14 daerah saja untuk seluruh kategori,” jelas Arief.

Arak arakan Adipura

Untuk memperoleh piala Adipura 2015, lanjut Arief, di antaranya harus memenuhi beberapa kriteria penilaian. Mulai dari partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, tersedianya ruang terbuka hijau yang berfungsi bagi masyarakat, dan ketersediaan TPA. Penilaian juga melihat pada kebersihan di sejumlah ruang publik, seperti pasar, jalan, perkantoran, sekolah, sungai serta ketersediaan fasilitas penunjang kebersihan yang disiapkan oleh pemerintah daerah. “Penilaian tersebut dilakukan sampai beberapa kali, bahkan tahun ini tim dari kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengevaluasi langsung dan memverifikasi ke Banyuwangi sampai 3 kali. Bahkan, Sekkab Slamet Kariyono wajib memaparkan langsung tentang pengelolaan kebersihan beberapa waktu lalu di Jakarta,” beber Arief.

Selain kebersihan, tim kementrian juga menilai sejumlah inovasi yang dilakukan Banyuwangi dalam pengelolaan lingkungan. Di antaranya adalah program bank sampah, pengolahan sampah, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Para tim penilai, lanjut Arief, juga menilai positif program pemda yang mengapreasiasi kinerja petugas kebersihan dengan memberikan insentif dan asuransi. “Para THL tersebut secara rutin membersihkan seluruh ruas jalan, sungai dan fasilitas publik 3 kali sehari. Wajar jika kita memberikan perlindungan kepada mereka lewat mengcover mereka dengan asuransi,” kata Arief.

Saat ini jumlah petugas yang rutin memelihara kebersihan kota Banyuwangi sebanyak 620 orang tenaga harian lepas (THL). Pemkab Banyuwangi sendiri juga telah membangun sebanyak 23 taman yang tersebar di seluruh wilayah. Selain menciptakan ruang terbuka hijau tersebut, taman-taman yang dibangun ini dimaksudkan menjadi ruang-ruang publik untuk berkumpul, berekreasi, dan berkreasi bagi warganya.

Untuk merayakan keberhasilan meraih piala supremasi di bidang lingkungan ini, setelah mendarat di Bandara Blimbingsari Piala Adipura langsung diarak keliling kota Banyuwangi, yang diiringi konvoi ratusan orang Pesapon dengan mengendarai sepeda motor dan puluhan truk pengangkut sampah. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in: ,

No comment for Banyuwangi Kembali Raih Piala Adipura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*