Banyuwangi Bebas Apel Amerika, Pedagang Buah Sumringah

1153 views
banner 468x60)

Banyuwangi – Tidak ditemukan apel jenis Granny Smith dan Gala dari hasil sidak yang dilakukan Dinas perindustrian dan perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Banyuwangi kemarin, Senin (2/2). Hasil tersebut disambut baik para pedagang buah lokal di Banyuwangi

Menurut keterangan kepala Disperindag Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo, tidak ditemukannya kedua jenis apel tersebut di Banyuwangi, disebabkan banyak para pedagang sudah tidak menjual ataupun memesan lagi dari para distributor. Langkah itu dilakukan semenjak mengetahui adanya larangan dari kementrian perdagangan mengenai beredarnya dua jenis apel asal Amerika tersebut. Pada saat yang bersamaan, banyak para distributor yang langsung menariknya dari para pedagang.

”Menurut para pedagang sejak diumumkannya larangan tentang penjualan Apel Smith dan Gala, mereka langsung tidak menjual lagi dan para distributor langsung menariknya,” terangnya, Selasa 03/02/15

Sementara itu tidak adanya apel jenis Granny Smith maupun Gala yang beredar di Banyuwangi disambut baik para pedagang buah lokal. Menurut Hary, salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi, mengaku gembira sejak diberlakukaannya larangan beredar buah impor tersebut, banyak para pembeli saat ini mulai beralih ke buah lokal sehingga dagangan mereka banyak yang laku.

“Banyak dari para pedagang buah lokal yang mengaku kepada kami, bahwa mereka senang dengan ditariknya apel-apel tersebut, karena para pembeli banyak yang beralih ke buah lokal, sehingga dagangan mereka lebih banyak yang terjual dari biasanya,” terangnya.

Hary menambahkan, tidak ditemukannya apel dari Amerika tersebut memberikan pelajaran tersendiri bagi para pedagang dan konsumen di Banyuwangi akan pentingnya mencintai produk lokal. Mengingat Banyuwangi memiliki buah-buah unggulan yang sudah mampu menembus pasar nasional.

“Kami bilang kepada para pedagang untuk lebih mencintai produk lokal, selain lebih aman karena jangkanya lebih pendek dan kesegarannya juga terjaga, tidak ada pengawet seperti yang ada pada buah impor, selain itu lebih ekonomis,” jelas Hary.

Sebagai bentuk dukungannya pemkab Banyuwangi melalui Disperindag membagikan package kepada para pedagang buah lokal untuk mengemas buah dagangan mereka supaya lebih baik. Tujuannya mengangkat nilai jual dari penjualan buah lokal di Banyuwangi. [rif/but](beritajatim.com)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply

*