Thursday, August 6, 2020
Home EKONOMI Banyuwangi Akan Stop Izin Pengusaha Luar

Banyuwangi Akan Stop Izin Pengusaha Luar

Raperda Toko Modern
– Ketua Pansus Raperda Perubahan Perda No. 11 tahun 2014, Sofiandi Susiandi

Banyuwangi, Memorandum – Pengusaha ritel, Toko Modern atau Mall jejaring seperti halnya Alfamart, Indomaret, Matahari, nampaknya akan kesulitan berinvestasi di Banyuwangi. Berdasarkan hasil pembahasan akhir Raperda Perubahan Perda No. 11 tahun 2014, Pansus bersama eksekutif hanya memberikan ijin pendirian toko modern kepada pengusaha lokal.

Ketua Pansus, Sofiandi Susiadi, A.Md mengatakan, pembahasan revisi Perda No. 11 tahun 2014, khususnya terkait pasal yang mengatur ijin pendirian toko modern yang sempat menjadi tarik ulur antara Pansus dan eksekutif,akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama. Keinginan Pansus untuk tetap melarang pemberian ijin pendirian toko modern jejaring diakomodir oleh eksekutif. Sebaliknya keinginan eksekutif memberlakukan  syarat pendirian toko modern berjarak 4 Kilometer,dengan luas lahan 1,5 Hektar disepakati oleh Pansus DPRD. “Ketentuan pendirian toko modern sebatas Minimarket tersebut, kesempatan itu hanya diberikan kepada pengusaha lokal maupun Koperasi yang berdomisili di Banyuwangi” kata Sofiandi Susiadi kepada Memorandum finalisasi Raperda, Senin (2/5) kemarin.

Menurutnya, klausul lainya yang diatur melalui perubahan Perda No. 11 Tahun 2014 dan telah menjadi kesepakatan yakni; pemberlakuan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) bagi pengusaha tambang galian C yang mempunyai ijin. Sebagai pintu masuk pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah. Namun regulasi ini akan diberlakukan setelah Perda disahkan dan mendapatkan evaluasi dari Gubernur Jawa Timur. “Pajak galian C dikenakan kepada penambang yang telah mempunyai ijin, bukan kontraktor,” jelas Sofiandi.

Selanjutnya ketentuan pendirian tempat hiburan, yang diperbolehkan hanya karaoke keluarga sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Perda Kabupaten Banyuwangi No. 10 Tahun 2014 tentang pendirian tempat hiburan di Banyuwangi. Sedangkan ijin pendirian Hotel kelas melati ditutup dan pengusaha dianjurkan mendirikan dematory atau Homestay. (ydi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

2 COMMENTS

  1. dari sisi perlindungan pengusaha lokal itu baik tetapi akan membuat pengusaha lokal tidak berkembang secara kualitas. Sebenarnya pengusaha lokal ataupun luar bisa mendapatkan porsi seimbang dengan demikian sektor lain di banyuwangi juga akan meningkat potensi investasinya

  2. trus hotel melati yang udah terlanjur ada nasibnya gimana? biarin jadi tempat mesum aja? sementara bangun dormitory dan homestay dipermudah,.. investor dengan kapasitas hotel mewah bebas masuk,.. iki karepe pie to?

    seharusnya bikin dormitory/ homestay dianjurkan kerjasama dengan pengusaha hotel yang udah ada, bukanya dijadikan kompetitor.. sementara orang asing dipermudah berinvestasi di banyuwangi. bupati banyuwangi ini pinter bidang komunikasi,.. tapi ono cengohe pisan. makin aneh,..

    Bangun hotel dipersulit, saya salut,.. tapi homstay dibiarkan menjamur,.. malah pemdanya bangun dormitori,… kita pengusaha hotel melati ini gimana? kami juga gak mau hotel kami jadi tempat mesum. market kami direbut sendiri oleh pemerintah. membenturkan kami dengan para homestay yang mengatasnamakan kelompok sadar wisata binaan pemda. sementara turis yang masuk dimakan sendiri oleh dormitori yang anggaranya diambil dari anggaran daerah…

    Hoe pak,.. tambah sekarang hotel2 besar muncul. kami senang ahirnya investor bidang perhotelan datang k bwi,.. tapi ya tetep aja sampean pangan dewe pak… seharusnya investor2 itu diarahkan kerjsama dengan kami para pengusaha hotel… bukan malah dijadikan alat pembunuh kami.

    saya sebagai salah satu pemilih hotel berencana “kulakan” PSK dari luar banyuwangi. kami tarik sebanyak2nya ke banyuwangi. marketnya ada kok,.. kamar kami banyak,.. gak ada pilihan pak. atau anak sma yang bolos berpasangan saya kasih tari 50 ribu/ kamar. BIARIN Hancur sudah generasi banyuwangi ini, gak peduli.

    jujur saja market kami gak jelas,.. pasar turis dimakan sendiri oleh orang2 yang punya kekuatan berpromosi. berita2 yang ada hanya mempromosikan dormitory, homestay, dan hotel2 baru yang bintang 5. masalah berpromosi dan ilmu komunikasi pemda saya akui jempol. tapi management pariwisata sebenarnya anda NOOL,… yang ada,.. keminter,.. sudah pak anas,.. Gak salut maneh. semunu tok tibakne kapasitasmu… banyuwangi adalah bom waktu. masyarakat asli banyuwangi anda semua siap2 tersingkir..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia