Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Bank Indonesia Panen Padi Perdana di Banyuwangi

Bank Indonesia Panen Padi Perdana di Banyuwangi

(386 Views) April 27, 2017 12:02 am | Published by | No comment

Panen perdana

Banyuwangi, Memorandum – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur terus dorong peningkatan kesejahteraan petani padi serta mewujudkan ketahanan pangan yang pada akhirnya mampu mengendalikan inflasi yang bersumber dari kelompok pangan khususnya beras. Salah satu usaha BI Jatim untuk mendorong peningkatan tersebut, BI Jatim bersama Dinas Pertanian Banyuwangi dan petani padi organik melakukan panen perdana padi merah klaster padi organik di Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Rabu, (26/4).

Panen perdana ini meliputi 0,8 hektar dari 42 hektar lahan organik yang kini dikembangkan di Banyuwangi. Lahan ini merupakan lahan binaan Bank Indonesia yang luasan lahannya paling luas di Indonesia.

“Padi organik di Banyuwangi sekarang ada 42 hektar, paling luas di Indonesia,” kata Difi Ahmad Johansyah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.

Pengembangan padi organik di Banyuwangi sengaja dipilih BI karena memiliki potensi lahan yang baik dan luas sehingga berpengaruh pada hasil panen yang cukup tinggi dan menjadikan salah satu lumbung padi di Jawa timur.

Lanjut Difi, ” dan kami, BI terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan dalam rangka pengendalian inflasi. Sehingga ini juga dapat meningkatkan stok pangan dan surplus pangan di Jawa Timur,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiyawan yang ikut serta dalam pemotongan gabah juga menuturkan, untuk menuju lahan organik perlu proses yang cukup panjang. Setidaknya, petani harus menunggu hingga 4 tahun sebelum dinyatakan benar-benar masuk kategori organik yang bersertifikasi.

“Yang penting harus terus berkelanjutan. Sekarang 42 hektar telah bersertifikasi, sementara 100 hektar lainnya masih dalam proses konfersi lahan sedangkan lainnya masih dalam tahap pengembangan awal. Target pada tahun 2020 dapat mencapai 200 hektar lahan organik di Banyuwangi,” terangnya.

Terpisah, Penyuluh Petani Singojuruh, Banyuwangi, Bambang Purwodarminto menjelaskan, dalam sekali panen, lahan tersebut dapat menghasilkan 4,2 ton hingga 5 ton padi. “Dalam setahun kita bisa panen 3 sampai 4 kali,” jelasnya.

Sementara cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, tidak banyak berdampak pada lahan padinya. “Hasil panen Alhamdulillah masih normal,” pungkasnya. (fat)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Bank Indonesia Panen Padi Perdana di Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*