Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Banggar DPRD Sarankan Pemkab Banyuwangi Tunda Lelang LCT Sritanjung

Banggar DPRD Sarankan Pemkab Banyuwangi Tunda Lelang LCT Sritanjung

(529 Views) June 29, 2016 6:34 pm | Published by | No comment

Ir H Nauval Badri

Banyuwangi, Memorandum – Saran Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Banyuwangi kepada eksekutif untuk segera melakukan langkah strategis mengoptimalkan aset milik daerah yang saat ini di kategorikan tidak sehat seperti halnya dua kapal LCT Sritanjung, mendapatkan respon dari Bupati Banyuwangi.

Nasib 2 buah asset Pemkab Banyuwangi berupa Kapal LCT Sri Putri Tanjung yang dibeli dengan anggaran APBD Banyuwangi 2002, akan segera ditentukan. Terkait masalah tersebut,

Bupati H Abdullah Azwar Anas menyatakan, Pemkab Banyuwangi tidak bisa serta merta menginjeksi anggaran untuk melakukan perbaikan terhadap dua kapal LCT Sritanjung, meski asset tersebut milik pemerintah daerah. Bupati beralasan, banyak regulasi yang harus dilalui sehingga Pemda akan segera melelang dua kapal asset Pemkab yang sudah dikembalikan oleh PT PBS. “Banyak orang mengatakan kapal ini kan milik Pemda, kenapa tidak di injeksi saja, itu tidak bisa semata-mata begitu, aturannya banyak” kata Bupati Anas saat dikonfirmasi awak media, Senin (27/6) di Gedung DPRD Banyuwangi.

Menurut Bupati Anas, Kapal LCT Sritanjung Merah yang saat ini masih bisa dioperasikan akan segera dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKLN) Jember. Sedangkan untuk kapal LCT Sritanjung I yang kondisinya rusak parah, lelang akan dilakukan setelah menunggu hasil rekomendasi Pansus Penyelamatan pengelolaan PT PBS DPRD. “ Yang melaksanakan lelang bukan Pemda, namun KPKLN Jember. Lelang akan dilakukan secara online,” kata Bupati Anas.

Dana hasil lelang kapal tersebut, lanjut Bupati Anas, sesuai dengan ketentuan akan langsung masuk ke KAS Daerah, bukan ke PT PBS selaku pengelola. Adapun nasib PT PBS yang tidak memiliki aset setelah Kapal dilelang, Bupati menyerahkan kepada Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) untuk mengambil keputusan. Sementara tentang keberlangsungan PT PBS kedepan pasca dilelangnya kapal, menunggu perkembangan, kemampuan keuangan daerah dan keputusan DPRD. “Yang mesti kalau beli kapal baru nilainya Rp 60 Milyar, kalau rakyat setuju pembelian, khawatirnya nanti ada yang komplain, jalan masih banyak yang rusak dan belum diperbaiki masak beli kapal,” kata Bupati Anas.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Pansus Penyelamatan Persoalan PT PBS DPRD, Ir.H.Naufal Badri, berpendapat, Oemkab sah-sah saja melelangan kapal LCT Sritanjung, karena itu memang aset miliknya. Namun yang perlu diingat, kata Naufal Badri, pengembalian asset tersebut harus mematuhi regulasi yang  berlaku. Di dalam Pasal 33 Ayat (6) Peraturan Menteri Dalam Negeri  No. 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Penyewa harus bertanggung jawab atas biaya operasional dan pemeliharaan selama jangka waktu penyewaan. Sehingga, jika PT PBS mengembalikan Kapal LCT Sritanjung, harus sesuai dengan kondisi utuh atau kondisinya baik seperti awal mula melakukan perkjanjian sewa. “ Sebaiknya Pemkab Banyuwangi, menundah rencana lelang kapal tersebut, sebelum pihak PT.PBS memperbaik kondisi kapal seperti semula,” tegasnya.

Pansus beralasan, kondisi kapal LCT Sritanjung Merah, yang saat ini masih bisa dioperasikan, cukup memprihatinkan. Anjungan kapal banyak yang lobang dan keropos, kesimpulan pansus kapal tidak dilakukan perawatan atau pemeliharaan sebagaimana mestinya. (ydi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Banggar DPRD Sarankan Pemkab Banyuwangi Tunda Lelang LCT Sritanjung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*