Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Asuransi Usaha Tani Padi Kurang Diminati Petani

Asuransi Usaha Tani Padi Kurang Diminati Petani

(270 Views) May 3, 2017 9:04 pm | Published by | No comment

– Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Handoko. (Memorandum – Hariyadi)

Banyuwangi, Memorandum – Program asuransi pertanian atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), kurang diminati petani di Kabupaten Banyuwangi. Dilihat dari data kepesertaan dari tahun 2016 hingga kini masih jauh dari target. Hali ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Handoko, SE usai menggelar rapat kerja bersama Dinas Pertanian dan Asuransi Jasindo, Jum’at pekan lalu.

“ Jumlah kepesertaan AUTP masih belum maksimal,padahal manfaat asuransi sangat luar biasa “ ucap Handoko saat dikonfirmasi melalui sambungan Handphone, Senin (1/5).

Handoko menyampaikan, berdasarkan data yang disampaikan Jasindo, tahun 2016 jumlah lahan yang diikutkan program AUTP seluas, 9.978 Hektar (Ha). Untuk lahan pertanian yang mengalami kerusakan pada tahun 2016 hanya seluas 15,8 Ha dengan nilai klaim yang dibayarkan kepada petani sebanyak Rp. 94,66 Juta.

Selanjutnya dari bulan Januari hingga April 2017 ini, hanya ada 19 kelompok tani yang mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi. Dan pihak asuransi, juga telah membayarkan klaim kepada petani yang tanaman padinya mengalami kerusakan senilai Rp. 71,54 Juta.

“Kedepan Pemerintah Daerah bersama pihak asuransi diminta lebih intens melakukan sosialisasi,agar tidak ada keraguan dari petani untuk mengikuti program AUTP” jelas Politisi Demokrat asal Rogojampi ini.

Handoko menambahkan selain asuransi tanaman padi, Pemerintah juga memberikan subsidi pembayaran premi asuransi kepada nelayan maupun peternak sapi.  Di Kabupaten Banyuwangi jumlah nelayan yang telah mengikuti asuransi sebanyak 5.514 orang. “Nelayan yang ingin memanfaatkan asuransi, hanya menyerahkan Kartu Nelayan yang telah direkomendasi oleh Dinas Perikanan dan Pangan, sedangkan pembayaran premi ditanggung pemerintah,” ungkap Handoko.

Manfaat dari asuransi nelayan, apabila nelayan meninggal dunia saat melakukan aktifitas ditengah laut, ahli wari akan mendapatkan santunan sebesar Rp. 160 Juta,jika hilang dilaut,ahli waris mendapatkan santunan Rp. 200 Juta. Demikian pula dengan asuransi peternak sapi, ternak yang sakit akan mendapatkan bantuan atau klaim senilai Rp. 10 Juta.  Nilai premi asuransi usaha ternak sebesar Rp. 200 Ribu, namun peternak cukup membayar Rp. 40 Ribu per ekor, sisa premi sebesar Rp. 160 Ribu ditanggung oleh Pemerintah. (ydi/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Asuransi Usaha Tani Padi Kurang Diminati Petani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*