Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Arak 500 Tumpeng, Sejumlah Pemuda Kesurupan

Arak 500 Tumpeng, Sejumlah Pemuda Kesurupan

(949 Views) October 26, 2015 5:32 pm | Published by | No comment

Tumpeng Leluhur

Banyuwangi, Memorandum – Memperingati hari keramat Asyuro,  masyarakat Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi mengarak 500 tumpeng untuk dibawah di makam leluhur babat alas Grajagan, bernama Mbah Karso Wono Samudro dikenal lurah pertama, (25/10).

Dalam prosesi budaya masyarakat Grajagan untuk menghormati leluhur bertepatan hari Asyuro itu, ribuan masyarakat yang ikut serta dan menyaksikan.

Saking angker dan diyakini masyarakat setempat Mbah Karso Wono Samudro adalah orang sakti mondro guno, saat prosesi budaya arak-arakan tumpeng, sekumpulan pemuda mengalami kesurupan disaat rombongan tiba di area makam lurah pertama warga Desa Grajagan, tepatnya di Cacalan Pantai Grajagan.

“Banyak pemuda tiba-tiba tumbang dan kesurupan,” kata warga Grajagan.

Imam salah satu korban kesurupan, setelah sadarkan diri mengatakan, “tiba-tiba mata gelap dan tidak sadarkan diri”.

Dalam kegiatan arak-arak 500 tumpeng, hadir mantan wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, S.Sos yang didapuk melepas parade arak-arakan tumpeng menuju dimakam Mbh Karso Wono Samudro

Koirul Anam saat ditemui Memorandum menjelaskan bahwa bahwa kegiatan arak tumpeng itu tidak ada kaitanya Politik, kegiatan ini murni haul memperintai Leluhur Desa Grajagan, Mbah Karso Wono Samudro.

Kentongan yang terbuat dari kayu itu hingga kini masih tersimpan dengan baik, karena kentongan itu warisan dari lurah pertama, Mbh Karso Wono Samudro tutur Cucu dari Lurah Pertama. (swa)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

Categorised in:

No comment for Arak 500 Tumpeng, Sejumlah Pemuda Kesurupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*