Saturday, August 8, 2020
Home PEMERINTAHAN Antisipasi Isu SARA, Polres Banyuwangi Rangkul Tokoh Agama

Antisipasi Isu SARA, Polres Banyuwangi Rangkul Tokoh Agama

Polres - Agama Banyuwangi
Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto bersama anggota FKUB dan MUI sepakat menjaga kerukunan antar umat beragama di Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum – Untuk mengantisipasi kerusuhan disebabkan SARA di Tanjungbali, Jajaran Polres Banyuwangi melakukan koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi.

Pertemuan itu dilakukan di ruang rupatama Polres Banyuwangi kemarin. Hadir seluruh perwakilan dari umat Hindu, Budha, Kristen, Katolik, dan beberapa ormas islam. Hadir juga ketua MUI Banyuwangi M. Yamin dan seluruh Kapolsek jajaran Polres Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Budi Mulyanto menyatakan, pada dasarnya setiap permasalahan yang terjadi pasti dapat diselesaikan dengan baik. Itu menurutnya tergantung pada niat dan bagaimana cara menyelesaikannya.

“Komunikasi ini akan kita tindak lanjut hingga ke tingkat kecamatan yang akan di fasilitasi para Kapolsek dan di tingkat Desa oleh Babinkamtibmas,” jelasnya.

Lebih jauh menurutnya, kerukunan umat beragama jangan sampai hanya terkesan lip service  saja. Namun hal itu harus benar-benar terwujud dan terimplementasi hingga ke tataran bawah yakni masyarakat yang ada di tingkat Desa.

Dalam kesempatan yang sama,Ketua MUI Banyuwangi, M. Yamin menyatakan, jika terjadi konflik menurutnya akan lebih baik diselesaikan secara internal dulu. Jika ditataran internal sudah tidak bisa diselasaikan barulah melibatkan FKUB.

Sementara itu, perwakilan dari parisada Hindu, I Wayan Mertha meminta kepada semua pihak agar dalam setiap kegiatan yang melibatkan pemuda selalu menyampaikan masalah wawasan kebangsaan. Karena hal itu menurutnya sangat penting untuk menumbuhkan semangat kerukunan.

Di Banyuwangi sendiri menurutnya hubunga antar umat beragama sangat harmonis. Dia mencontohkan di wilayah Banyuwangi selatan. Saat umat Hindu sedang menjalankan ibadah, orang-orang yang menjaga keamanan termasuk parkir dan memasak adalah umat dari agama lain. “Ini yang harus kita tularkan ke tempat lain,” jelasnya. (jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*

Most Popular

Hasil Rapid Test 22 Tenaga Medis Banyuwangi Reaktif, Fraksi PKB: Ini Serius

KABAR RAKYAT - Hasil rapid test 22 orang tenaga medis di Kabupaten Banyuwangi menunjukan hasil reaktif. Hal ini menjadi perhatian serius Fraksi Partai Kebangkitan...

Dinas Pertanian Pangan Minta Masyarakat Hati-hati Beli Daging Murah

KABAR RAKYAT - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging sapi dengan tidak tergiur harga murah. Apalagi pada...

Empat Orang Warga Sarongan dan Kandangan Diamankan Reskrim Polresta Banyuwangi

KABAR RAKYAT -  Empat orang diduga pelaku perusakan dan pengeroyokan, tiga fasilitas gedung dan lima orang petugas pada Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN-MB)...

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Kini Bertambah Satu Orang Lagi

BANYUWANGI – Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Banyuwangi hari ini, Minggu (17/5/2020), bertambah 1 orang sehingga menjadi lima orang. Pasien terbaru atau...

Recent Comments

infobanyuwangi on Pengeroyok Pemuda Krajan Dibui
infobanyuwangi on Kopdar IM Banyuwangi ke-2
mohammad taufiqurrohim on Program Beasiswa BANYUWANGI CERDAS
Live Update COVID-19 Indonesia