Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Antisipasi Bencana Musim Hujan, Lakukan Pembersihan Saluran dan Identifikasi Pohon Rawan Tumbang

Antisipasi Bencana Musim Hujan, Lakukan Pembersihan Saluran dan Identifikasi Pohon Rawan Tumbang

(535 Views) December 22, 2015 7:18 pm | Published by | No comment

BANYUWANGI – Memasuki musim penghujan, Pemkab Banyuwangi melakukan sejumlah langkah antisipatif menghadapi banjir. Mulai dari identifikasi pepohonan yang berpotensi tumbang, hingga pembersihan sungai dan saluran terbuka.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Arief Setiawan mengatakan sejak dua bulan lalu telah melakukan pengerukan sedimentasi di saluran terbuka (salter). Pengerukan lumpur maupun pasir di selokan-selokan tersebut dilakukan di sejumlah titik yang rawan banjir, khususnya di wilayah kota.

“Dari dua bulan lalu, petugas kami secara rutin membersihkan endapan-endapan di sejumlah titik, lengkap dengan kendaraan pengangkut sampahnya. Untuk musim hujan, mereka juga kami siagakan untuk selalu memantau selokan-selokan dan beberapa salter,” ujar Arief. Titik salter yang menjadi perhatian utama DKP lantaran sering berpotensi timbulkan banjir ada 6 titik yakni di sebelah SMPN 1 Banyuwangi, Pasar Karangrejo, Kelurahan Sobo, Kebalenan, Jl Gajah Mada dan Sukowidi.

DKP juga melakukan pematusan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang. Yaitu membuat saluran, agar genangan atau aliran dari bahu jalan saat turun hujan bisa masuk ke saluran air, sehingga tidak sampai menimbulkan genangan air dalam jumlah besar. Titik pematusan di Banyuwangi berada hampir di sepanjang ruas jalan yang ada saluran drainasenya.

“PU Bina Marga yang bikin salurannya. Petugas DKP yang rutin mengecek kondisinya agar saat hujan dengan intensitas tinggi bisa berjalan lancar.  Selain mengeruk sedimentasi, kami juga menambah frekuensi membersihkan sampah-sampah yang hanyut di aliran air,” ujar Arief.

Untuk itu, Arief mengimbau pada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. “Jangan buang sampah di sungai maupun selokan air, khususnya di musim penghujan ini. Banjir itu terjadi juga karena kebiasaan buruk kita yang buang sampah sembarangan,” ujar Arief.

Selain pengerukan, lanjut dia, DKP juga memantau pepohonan yang perlu ditebang untuk menghindari resiko tumbang. “Kami telah melakukan pemotongan dan perempesan terhadap pohon-pohon yang rapuh, sudah tua, maupun terlalu tinggi. Tentang pohon tumbang di Desa Yosowilangun, Gambiran saat diterpa angin puting beliung, sebenarnya DKP sudah mengecek kekuatan pohon tersebut dan kecil kemungkinan untuk tumbang. Tapi apa daya masih saja tumbang, kami tidak bisa melawan alam,” tuturnya.

Pengawasan terhadap pohon yang resiko tumbang ini dilakukan DKP di beberapa lokasi. “Kami berikan treatment khusus pada pohon Sepatu Dea. Seperti yang di Jl HOS Cokroaminoto, Jl Wijaya Kusuma, dan Jl Brawijaya karena pohon ini pertumbuhannya cepat dan besar. Ketinggiannya telah kita kurangi, kita juga telah potong cabang dan rantingnya,” terang Arief.

Pohon Sepatu Dea atau yang dalam bahasa setempat dikenal dengan nama ‘kecrotan’, merupakan tanaman peneduh yang pertumbuhannya sangat cepat. Dalam beberapa tahun bibit Sepatu Dea sudah menjelma menjadi tanaman besar dengan diameter sekitar 40 m. Daunnya yang rimbun dan lebar menjadi pendukung tanaman ini sebagai tanaman perindang. (Humas & Protokol)

Sumber : http://goo.gl/oYUraH

Categorised in: , ,

No comment for Antisipasi Bencana Musim Hujan, Lakukan Pembersihan Saluran dan Identifikasi Pohon Rawan Tumbang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*