Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Anggrid Tersangka Korupsi Bedah Rumah Banjarsari Ditahan Kejaksaan

Anggrid Tersangka Korupsi Bedah Rumah Banjarsari Ditahan Kejaksaan

(550 Views) July 19, 2016 4:29 pm | Published by | No comment
Akhirnya Kejaksan Tahan Anggrid Mardjoko

– Anggrid Mardjoko bersembunyi di balik punggung Pengacara Ribut Puryadi, saat akan masuk kendaraan menuju Lapas Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum – Setelah sekian lama menyandang status tersangka dalam kasus dugaan korupsi bedah rumah di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, akhirnya Anggrid Mardjoko, Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kab. Banyuwangi ditahan pihak Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin (18/7). Penahanan dilakukan saat proses tahap dua atau pelimpahan perkara dari penyidik ke penuntut umum.

Penahanan dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB. Anggrid Mardjoko yang didampingi pengacaranya Ribut Puryadi meninggalkan ruang Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banyuwangi dengan pengawalan petugas Kejaksaan. Dengan mengendarai mobil dinas Kejaksaan pria ini dibawa ke Lapas Banyuwangi untuk ditahan di sana. Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari mulut Angrid. Pria ini hanya menundukkan kepala dan bersembunyi di punggung pengacaranya saat berjalan menuju mobil. Dia juga menutupi wajahnya dengan masker.

Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi AAS Sayang Adnyana melalui Kasi Pidsus Adi Manuel Palebangan menyatakan Anggrid Mardjoko merupakan pengawas dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya atau lebih dikenal dengan sebutan bedah rumah di Kelurahan Banjarsari. “Dia merupakan splitan dari tersangka Sulihono yang saat ini sudah menjalani persidangan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, menurutnya Negara dirugikan senilai Rp 376.520.000. Dugaan korupsi ini muncul karena adanya pengurangan spesifikasi dalam pengerjaan program bedah rumah ini. Nilai bantuan Rp 7,5 juta untuk masing-masing rumah. Total ada 126 rumah yang masuk dalam program ini. “Sebagai contoh semestinya menggunakan semen 5 sak hanya menggunakan 2 sak,” katanya.

Pasal yang dijeratkan pada Anggrid adalah pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Penahanan ini kita lakukan saat proses tahap II dari penyidik kepada penuntut umum,” ujarnya.

Proses penahanan terhadap Anggrid sempat tertunda. Sebab sebelumnya Anggrid tidak menghadiri pemanggilan penyidik dengan alasan sedang sakit. Tidak hanya itu, Anggrid juga sempat mengajukan pra peradilan atas penetapannya sebagai tersangka. Namun upanya itu kandas karena pengadilan memenangkan Kejaksaan negeri dalam gugatan Praperadilan. (jai)

Sumber | Koran Harian Momorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Anggrid Tersangka Korupsi Bedah Rumah Banjarsari Ditahan Kejaksaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*