Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Anggota DPRD Selalu Berkurang Satu, Bupati Pindahkan Pintu Gerbang

Anggota DPRD Selalu Berkurang Satu, Bupati Pindahkan Pintu Gerbang

(472 Views) November 7, 2016 11:47 am | Published by | No comment

percaya-tidak-percaya-gedung-pemda

Banyuwangi, Memorandum – Selama ini, Banyuwangi selalu diidentikkan dengan banyak hal yang bersifat mistis. Dan hampir disemua sisi kehidupan masyarakat Banyuwangi, hal-hal yang bersifat mistis itu sudah dianggap sebagai sesuatu yang bersifat wajar dan dipercaya. Bahkan, dalam dunia politik sekalipun, hal-hal mistis itu juga seringkali dikait-kaitkan. Percaya tidak percaya, namun kejadian-kejadian yang selalu dikaitkan dengan dunia mistis tersebut ternyata ada dan bisa dilihat secara kasat mata.

Salah satu yang menarik adalah tentang dua bangunan tempat para petinggi pemerintahan Kabupaten Banyuwangi berkantor dan bekerja. Menurut perhitungan’ Hongshui atau ‘Fengshui’,

yang selalu digunakan oleh keluarga etnik China untuk ‘penyelarasan’ dengan alam, letak dan bentuk dua bangunan pemerintahan tersebut dinilai kurang sesuai dan melanggar ‘keselarasan alam. Sebagai akibatnya, banyak terjadi ketidak-selarasan dengan alam yang mengakibatkan seringkali terganggunya stabilitas.

Diduga karena mengikuti pertimbangan dan perhitungan Hongshui, sejak awal memerintah Banyuwangi Bupati H Abdullah Azwar Anas lebih memilih memindahkan pintu gerbang utama Gedung Kantor Pemkab yang semula menghadap kearah timur dan berhadapan langsung dengan Taman Makam Pahlawan (TMP), kesamping sebelah kiri gedung. “Mungkin ini satu-satunya, gedung Pemkab berhadapan langsung dengan lokasi pemakaman (TMP). Menurut Hongshui, itu jelas kurang bagus. Banyak gejolak dan gangguan yang dialami dalam menjalankan roda pemerintahan. Jadi, pemindahan pintu gerbang ke samping itu sebuah tindakan yang benar. Karena kita harus percaya dengan yang namanya keselarasan alam,” ungkap Setyawan Subekti, keturunan etnis China yang banyak memahami tentang Hongshui.

Fakta yang terjadi selama ini, mulai zaman pemerintahan Ir H Samsul Hadi hingga Ratna Ani Lestari, SE., gejolak politik yang terjadi di Banyuwangi tergolong luar biasa. Bahkan yang dialami Bupati Ratna Ani Lestari, pernah terjadi demo besar-besaran yang dilakukan para guru Anggota PGRI se Jawa Timur. Sementara saat dipimpin Bupati H Abdullah Azwar Anas sekarang ini, Banyuwangi terlihat adem-ayem, tentram dan maju pesat.

Satu lagi bangunan gedung pemerintahan yang dinilai tidak sesuai dengan Hongshui adalah gedung DPRD, di Jl Adi Sucipto, yang letaknya jauh lebih rendah posisinya dari jalan raya yang melintang didepan dan samping gedung. Menurut tokoh lain yang juga paham tentang Hongshui, letak gedung DPRD yang relatif lebih rendah tersebut cukup berpengaruh terhadap kinerja dan produk kebijakannya. “Coba kita telusuri, selama ini nyaris tidak ada produk kebijakan DPRD yang signifikan dan berpengaruh terhadap kebijakan politik pemerintahan Banyuwangi. Selama ini, DPRD malah terkesan hanya sebatas sebagai partner kerja Eksekutif dalam menjalankan kebijakan,” ungkap tokoh yang tidak bersedia disebutkan namanya itu, kepada memorandum, Minggu (6/11) kmarin.

percaya-tidak-percaya-gedung-dprd

Untuk menangkal atau melakukan upaya penyelarasan sebagaimana yang dilakukan oleh Bupati Anas, menurutnya, setidaknya harus dibuat sebuah ‘mimbar utama pidato’ yang letak dan tingginya diatas atau ‘setinggi jalan raya yang ada disekitarnya.

Terkait kurang tepatnya letak dan posisi gedung DPRD sebagaimana perhitungan Hongshui, fakta mengejutkan yang terjadi selama ini adalah bahwa jumlah anggota DPRD tidak pernah genap 50 orang. Menurut catatan Memorandum, selama ini anggota DPRD selalu kurang satu orang. Kalau tidak karena dipenjara karena terseret kasus hukum, juga karena meninggal dunia. Bahkan yang terakhir, Fraksi PKB secara beruntun mengalami kehilangan anggotanya karena meninggal dunia. Pertama, Hj Ana Anisa, kemudian H Zainal Arifin Salam, dan terakhir H Ahmad Musairi. Legislator PKB yang juga dari Dapil III, yang baru beberapa bulan menggantikan posisi H Zainal Arifin Salam, beberapa hari lalu meninggal karena sakit. Kini, posisi keanggotaan DPRD kembali hanya 49 orang. Pertanyaannya, benarkan kejadian-kejadian tersebut karena gedung kantornya yang tidak selaras dengan alam?  Wallahu ‘Alam bi Showab..!! (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

No comment for Anggota DPRD Selalu Berkurang Satu, Bupati Pindahkan Pintu Gerbang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*