Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali

Click to open Menus
Home » KRIMINAL » Aktifitas Galian C dan Dump Truk Di ‘Pendarungan’ Makin Liar! Keluhan Warga ke Pemdes Tak Pernah Digubris

Aktifitas Galian C dan Dump Truk Di ‘Pendarungan’ Makin Liar! Keluhan Warga ke Pemdes Tak Pernah Digubris

(1008 Views) June 28, 2016 9:31 am | Published by | No comment

– Aktifitas angkutan material galian C yang cukup tinggi di Desa Pendarungan, Kabat

Banyuwangi, Memorandum – Sejauh ini, warga Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, hanya bisa menahan emosi melihat lalu-lalang Dump Truk pengangkut material Galian C yang hilir-mudik hingga ratusan kali melewati jalan desanya. Kondisi jalan desa yang semakin rusak, ditambah dengan debu-debu yang beterbangan mengotori rumah-rumah warga di pinggir jalan, membuat emosi warga semakin meningkat.

“Sudah berkali-kali warga menyampaikan keluhan ini kepada Kepala Desa. Tetapi selalu tidak jelas ujung-ujungnya. Warga juga pernah menutup jalan dengan membuat ‘pangklang’ (Portal), tetapi kemudian Polisi yang datang membukanya. Sekarang warga hanya bisa mengeluh dan tidak tahu harus berbuat apa. Saya khawatir warga akan semakin marah,” kata Husaini, Ketua RT 02 RW 1 Dusun Krajan, Pendarungan, tentang sikap warganya.

Menurut Husaini, sejauh ini warga tidak pernah mendapat komitmen apapun baik dari pihak  penambang maupun dari pembeli material, terkait aktifitas penambangan galian C. “Saya pastikan, warga tidak pernah mendapatkan janji apapun tentang aktifitas angkutan penambangan ini. Yang didapat oleh warga hanya debu-debu yang selalu mengotori rumah. Pada awal-awal dulu, masih ada yang menyirami jalanan ini sehingga debunya tidak terlalu banyak. Tetapi sekarang, setelah ada petugas yang menarik pungutan sebesar Rp 2500 per trayek muatan tanah dan Rp. 5000 muatan batu kepada masing-masing supir truk yang lewat, truk truk itu malah seenaknya kalau lewat,” jelas Husaini.

Apa yang diungkap Husaini memang tidak berlebihan. Dari hasil pantauan Memorandum di Lapangan, kondisi jalanan Desa Pendarungan khususnya diruas jalan mulai depan Masjid hingga ke lokasi penambangan, mulai rusak. Sementara itu, ada seorang petugas yang stanby di sekitar depan kantor Balai Desa, yang bertugas memungut uang dari masing-masing truk yang lewat. Menurut penjelasan Husaini, uang tersebut adalah untuk kegiatan Masjid. “Saya tidak tahu. Itu Kepala Desa yang bisa menjelaskan. Besar tarikannya Rp 2500 per trayek,” kata Husaini.

Salah satu pembeli material dari lokasi penambangan Galian C Desa Pendarungan itu adalah PT Putra Ransiky Jaya, untuk men-suplay kebutuhan Proyek Pembangunan Marina Boom, Banyuwangi. Dikonfirmasi masalah tersebut, Direkur PT Putra Ransiky Jaya, Dede Abdul Ghani, mengaku sudah melakukan beberapa perbaikan terkait kerusakan dan gangguan yang terjadi. “Masalah komplain warga terkait kerusakan jalan dan ganguan-gangguan lainnya, kalau itu hanya ditujukan kepada saya, Jelas itu salah kamar. Karena yang bekerja disitu bukan hanya saya. Di Desa Pendarungan ada 8 titik penambangan galian C. Salah satunya memang saya. Dan selama ini saya merasa sudah berbuat. Setiap kali diundang pertemuan oleh Kades, saya selalu datang. Sementara yang tujuh lainnya dimana, saya tidak tahu?,” ungkap Dede, yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (26/6) kemarin.

Sementara itu, Kepala Desa Pendarungan, Hamid Abdillah, menyatakan, sangat maklum dengan keresahan warganya atas tingginya intensitas angkutan material yang melewati jalanan desanya. Hanya saja, kata Kades, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. “Kalau saja ada satu dasar hukum yang bisa membenarkan tindakan saya untuk menutup atau mengentikan aktifitas penambangan, pasti sudah saya lakukan. Saya hanya ingin agar ada komitmen yang jelas terhadap masyarakat saya. Masak, kita hanya akan ‘ditinggali’ jalanan yang rusak saja,” ungkap Kades, yang ditemui di tempat tinggalnya, Senin (27/6).

Menurut Kades, wajar bila masyarakat merasa resah karena ada ‘hak’ mereka yang terganggu oleh aktifitas penambangan. “Jalan rusak, debu, lumpur, kebisingan, dan gangguan-gangguan lainnya. Jadi saya maklum kalau masyarakat merasa resah. Saya berharap masalah ini segera mendapat solusi. Saya akan kembali mengundang pengusaha dan pemilk tambang untuk ngomongkan masalah ini,” ujarnya. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Aktifitas Galian C dan Dump Truk Di ‘Pendarungan’ Makin Liar! Keluhan Warga ke Pemdes Tak Pernah Digubris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

you MUST enable javascript to be able to comment