Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » POLITIK » Ada Politisasi di Even Banyuwangi Festival

Ada Politisasi di Even Banyuwangi Festival

(914 Views) October 11, 2015 1:19 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memo – Sukses Pemkab Banyuwangi menggelar berbagai even seni-budaya dan olahraga yang dikemas dalam bentuk “Banyuwangi Festival” (Bifest), dinilai berhasil mengangkat pamor dan nama Banyuwangi ke tingkat nasional dan internasional. Namun demikian, Bupati H Abdullah Azwar Anas sebagai penggagas Bifest dituding telah berusaha mempolitisasi even-even tersebut untuk ‘narsis’ didepan publik demi kepentingan politiknya.

Politisi Banyuwangi

Hal tersebut sebagaimana diungkap oleh Punjul Ismuwardoyo, S.Sen., seorang seniman tari tradisional yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Hanura. Menurut Punjul, upaya politisasi itu terlihat jelas ketika beberapa even yang sudah ditentukan jadualnya jauh-jauh hari sebelumnya, dimajukan pelaksanaannya sebelum tanggal 20 Oktober dimana Bupati Anas akan mengakhiri masa jabatannya. “Upaya politisasi itu jelas-jelas terlihat. Mestinya ya tidak usah seperti itu. Toh masyarakat Banyuwangi sudah tahu siapa yang punya ide dan menggagas acara-acara itu. Kalau banyak yang dimajukan seperti sekarang ini, kan sayang kalau acara-acara sebagus even Bifest pelaksanaannya jadi terkesan dipaksakan,” ungkap Punjul kepada Memo, Jum’at (9/10) kemarin.

Namun demikian, seniman tari yang kini menjadi anggota legislatif itu secara terbuka juga memuji keberhasilan pelaksanaan Bifest yang digagas Bupati Anas. Even-even Bifest tersebut, kata Punjul, mulai berhasil menimbulkan “efek domino” bagi perekonomian Banyuwangi. “Wajar kalau dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan disana-sini. Perlu terus dibenahi agar bisa menjadi lebih baik lagi. Dan Bifest itu sudah menjadi komoditi tersendiri dalam industri kepariwisataan Banyuwangi,” kata Punjul.

Dihubungi terpisah, pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi sebagai leading sector pelaksana Bifest, membantah keras tudingan tersebut. Plt Kepala Disbudpar, MY Bramuda, menegaskan, pengajuan jadual berbagai even Bifest sama sekali tidak terkait dengan masalah-masalah politik, termasuk yang menyangkut posisi Bupati Anas sebagai calon incumbent.

“Ada beberapa alasan mengapa jadual Bifest dimajukan pelaksanaannya. Pertama, pelaklsanaan Bifest justru dijauhkan dari momen Pemilukada. Dengan maksud bahwa nanti pada saat-saat menjelang Pemilukada pada Desember mendatang, sudah tidak ada lagi kegiatan Bifest yang  bisa disalah-gunakan untuk kepentingan politik. Kedua, kita sesuaikan dengan musim puncak kunjungan Wisman (wisatawan Mancanegara) yang biasanya terjadi pada bulan-bulan September – Oktober ini. Jadi menurut saya, sama sekali tidak benar kalau pemajuan jadual Bifest itu sengaja dipolitisasi,” jelas Bramuda, yang dihubungi melalui telepon, Sabtu (10/10) sore kemarin. (bud)

Sumber : Koran Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Ada Politisasi di Even Banyuwangi Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*