Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » 2015, Bupati Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Naik 7,24 Persen

2015, Bupati Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Naik 7,24 Persen

(1147 Views) October 23, 2014 11:27 am | Published by | No comment

Lampaui Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang Sebesar 5,8 Persen

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar penyampaian substansi rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta  Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran (TA) 2015, Selasa pagi (21/10) di Gedung DPRD Banyuwangi.

Ini merupakan rapat paripurna terbuka yang diadakan untuk pertama kalinya usai terpilihnya pimpinan definitif DPRD, I Made Cahyana Negara. Digelar tepat 4 tahun kepemimpinan Bupati Anas pasca dilantik sebagai Bupati di Bumi Blambangan pada 21 Oktober lalu, rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Ismoko.  I Made Cahyana Negara beserta dua wakil ketua dewan, Joni Subagio dan Sri Utami Faktuningsih turut mendampingi.

Disampaikan Bupati Anas di depan anggota DPRD Banyuwangi dan seluruh undangan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi ditargetkan meningkat pada tahun 2015. Sebelumnya di tahun 2011-2012, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi  mampu tumbuh di atas 7 persen. Namun  mengalami fluktuasi di tahun 2013 menjadi 6,76 persen. Pada tahun 2015 diproyeksikan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi berada pada posisi 6,80 – 7,24 persen. Kondisi tersebut berada diatas target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tumbuh sekitar 5,8 persen.

“Target pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang lebih tinggi di tahun 2015 itu dapat dicapai asalkan kondusifitas wilayah meningkat, “ujar bupati. Kondusifitas wilayah yang meningkat, kata bupati,  antara lain stabilitas sosial, politik dan keamanan dalam pengembangan usaha, ketersediaan SDM yang berkualitas, serta infrastruktur transportasi barang, jasa, kapital dan aksesibilitas komunikasi dan informasi.

Pendapatan daerah dalam APBD  TA 2015, jelas bupati,  diproyeksikan meningkat sebesar Rp 117,06 miliar, Itu sama artinya  mengalami peningkatan sebesar 5,65 persen, dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 2,19 triliun. Peningkatan pendapatan daerah tersebut ditunjang dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang juga diproyeksikan meningkat sebesar Rp 31,8 miliar atau naik 15,21 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD tahun anggaran 2014. APBD 2014 sebesar Rp 208,9 miliar meningkat menjadi Rp 240,6 miliar dalam APBD 2015.

Hasil Pajak Daerah juga tak ketinggalan. Nominalnya meningkat dari Rp 11,4 miliar menjadi Rp 75,6 miliar. Namun untuk Hasil Retribusi Daerah mengalami penurunan dikarenakan pengalihan rekening jaminan kesehatan nasional ke rekening lain-lain pendapatan yang sah. Penurunan itu, yang awalnya Rp 41,9 miliar menjadi 23,2 miliar. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah meningkat dari Rp 62,5 miliar menjadi Rp 125,8 miliar.

Untuk dana perimbangan, bupati mengatakan, terjadi peningkatan sebesar Rp 21,9 miliar atau naik 1,59 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD TA 2014 yang  sebesar Rp 1,38 triliun. Peningkatannya berarti sebesar Rp 1,40 triliun dalam APBD TA 2015.

Lain-lain pendapatan yang sah meningkat sebesar Rp 63,3 miliar atau naik 13,18 persen dari target yang ditetapkan dalam APBD TA 2014 yang sebesar Rp 480,8 miliar. Nominalnya  meningkat menjadi Rp 544,1 miliar dalam APBD TA 2015.

Berikutnya tentang belanja daerah. Rancangan belanja daerah pada APBD TA 2015 mengalami kenaikan Rp 102,2 miliar dari APBD TA 2014 yang sebesar Rp 2,22 triliun menjadi Rp 2,32 triliun. “Peningkatan Belanja Tidak Langsung tersebut dimaksudkan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat kurang mampu. Juga sebagai  dukungan Pemkab Banyuwangi dalam penyelenggaraan Universitas Arilangga – Banyuwangi yang mulai tahun ini telah membuka Fakultas Perikanan dan Kelautan Prodi Budidaya Perairan, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat,”tandas Bupati Anas.

Sedangkan untuk pembiayaan daerah, lanjut  bupati, berdasarkan Rancangan Belanja dan Pendapatan pada APBD tersebut di atas, terjadi defisit pendapatan atas belanja sebesar Rp 135,17 miliar, yang akan ditutup dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu (silpa) yang meningkat sebesar Rp 135,17 miliar.

“Saya berharap nota pengantar yang saya sampaikan ini  dapat disepakati dan dijadikan pedoman dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD TA 2015. Semoga hasilnya bermanfaat untuk masyarakat Banyuwangi di masa mendatang,”pungkas bupati. (Humas & Protokol)

Categorised in:

No comment for 2015, Bupati Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Naik 7,24 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*