Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » 13 Item Batik Banyuwangi Dipatenkan

13 Item Batik Banyuwangi Dipatenkan

(1665 Views) September 23, 2014 2:39 pm | Published by | No comment

Hari-Cahyo-Kepala-Disperindagtam-BanyuwangiBanyuwangi– Pemerintah Kabupaten Banyuwangi baru mematenkan 13 dari 44 item motif batik asli daerah itu. Minimnya hak paten yang dikantongi lantaran pemkab masih menemukan sejumlah kendala di lapangan. Seperti sedikitnya informasi soal pencetus ide motif dan butuh riset lanjutan sebelum mengurus hak paten di Kementerian Hukum dan HAM. Kini, sentra pembuatan batik khas Banyuwangi tersebar di Kecamatan Banyuwangi kota, Cluring, Kabat dan Sempu.

“Selain batik, kami mematenkan lagu dan karya budaya lain. Totalnya 25 hak paten dengan dana yang dikucurkan sudah Rp 125 juta,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan Banyuwangi, Hery Cahyo Purnomo saat konferensi pers di pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu 20 September 2014.

Salah satu kampung batik di kota Banyuwangi adalah Temenggungan. Di situ, ia mengakui banyak pembatik Temenggungan bermigrasi ke Pulau Bali dan sebagian sudah uzur. Akibatnya, regenarasi pembatik Temenggungan cenderung gagal. Namun, belakangan ini, Hery sempat disambati oleh 350 pembatik di Bali. “Mereka berniat kembali ke Banyuwangi karena merasa terpanggil. Banyak pembatik di Bali ternyata asli Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut dia, setiap motif batik asli Banyuwangi menyimpan filosofi. Gajah oling misalnya, berfilosofi kebesaran tapi tak lupa dengan asal usulnya. Begitu pula kangkung stingkes yang menyiratkan kekuatan dan kebersamaan. Ia berharap, 44 item motif batik Banyuwangi bisa mengantongi hak paten. Jumlah itu melonjak dari 22 item motif batik Banyuwangi yang sebelumnya dikenal.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menuturkan ekonomi kreatif di Banyuwangi menjadi salah satu trigger pendongkrak kesejahteraan, selain pariwisata. Batik, kata dia, termasuk sektor ekonomi kreatif yang patut dikembangkan. Bukan hanya sekedar mengejar sisi komersial, tapi dengan cara ini pihaknya ikut serta melestarikan batik khas Banyuwangi.

Saat ini, Anas melihat ada kecenderungan batik khas Banyuwangi mulai banyak dicari orang. Imbasnya pada penjualan langsung sekaligus merangsang geliat IKM batik yang tersebar di Banyuwangi. Adapun efek tak langsungnya, kata Anas, ada spirit baru bahwa warga Banyuwangi kini gemar memakai batik. Dia yakin banyak potensi bisnis berbasis budaya dan pariwisata di kabupaten berjuluk ‘Sunrise of Java’ ini. “Saya fokus membentuk pasar dulu. Dengan begitu investor pasti datang, yang penting pasar harus dibentuk dulu,” ujarnya.

Konferensi pers sebelum festival rujak soto ini dihadiri pula oleh Putri Indonesia 2014 Elvira Devinamira dan desainer batik nasional, Priscilla Saputro. Duduk disebelah kanan Anas, Pricilla mengaku siap membantu riset dan pengembangan batik khas Banyuwangi.

Categorised in:

No comment for 13 Item Batik Banyuwangi Dipatenkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*