Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PARIWISATA » Wisata Gunung Ijen Ditutup Sementara

Wisata Gunung Ijen Ditutup Sementara

(354 Views) March 7, 2017 2:26 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Wisata Alam Gunung Ijen terpaksa ditutup sementara untuk para penambang maupun pengunjung. Penutupan dilakukan lantaran saat ini gunung yang menjadi icon Banyuwangi itu mengelurakan gas berbahaya.

Penutupan Wisata Alam Gunung Ijen dilakukan mendasar pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), agar menutup area radius 1 kilometer dari bibir kawah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan kebijakan itu dilakukan sebab terjadi peningkatan gas CO2 dan H2EF yang keluar dari letupan dan pergolakan cairan kawah.

Dengan adanya kondisi yang rawan itu, penambang belerang maupun wisatawan diminta tidak mendekat kawah terlebih pada malam hari. sebab malam hari kondisi udara semakin rapat dan gas berbahaya itu  akan menyebar. “Kemarin sempat ada penambang belerang yang mebandel, akhirnya pingsan karena menghirup gas itu,” jelasnya.

Beruntung meski sempat pingsan, penambang belerang yang nekat melakukan aktivitas pada malam hari itu masih bisa bisa diselamatkan. sebab kata Eka, para penambang yang sudah terbiasa yang melakukan aktivitas di sekitaran gunung ijen tingkat kekebalan tubuhnya cenderung lebih tahan terhadap gas berbahaya tersebut. Sedangkan bagi para pengunjung yang belum terbiasa, dimungkinkan akan berakibat fatal. Dampak dari gas berbahaya itu terhadap manusia tidak sama, tergantung daya tahan tubuh masing-masing. “Peningkatan gas berbahaya terjadi mulai musim hujan, dan saat itu blu fire juga kurang nampak terang,” pungkasnya. (ham/bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Wisata Gunung Ijen Ditutup Sementara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*