February 12, 2018

Wapres Serahkan Transmigration Award 2014 ke Banyuwangi

JAKARTA – Kabupaten Banyuwangi kembali mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Hari ini, Senin (15/12) Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan Transmigration Award 2014 kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Banyuwangi dinilai sebagai Kabupaten Daerah Asal Transmigrasi Terbaik Nasional 2014. Penghargaan tersebut diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), dan Transmigrasi RI.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi, Alam Sudrajat, mengatakan, penghargaan ini menyatakan Banyuwangi dianggap sebagai daerah asal transmigrasi yang paling sukses, karena membekali calon transmigran dengan beberapa ketrampilan yang bisa langsung diterapkan di daerah tujuan. Misalnya bercocok tanam, membuat aneka makanan olahan, dan pelatihan etos kerja yang tinggi.

”Kami menyiapkan instruktur untuk melatih calon transmigran dengan berbagai ilmu. Selain pelatihan kami juga memberi bantuan bibit, sehingga saat tiba di tujuan transmigrasi bisa langsung menggarap lahan yang diberikan pemerintah,” kata Alam.

Ditambahkan Alam, sejumlah daerah tujuan transmigrasi bahkan mengaku senang transmigran yang datang adalah warga Banyuwangi. Seperti Sulawesi Tengah (Majene), dan Kepulauan Maluku (Halmahera). Tahun 2012, Banyuwangi telah mengirimkan 140 KK ke sejumlah daerah tujuan transmigrasi, tahun 2013 120 KK, dan tahun 2014 45 KK.

“Karena saat tiba di lahan transmigran penduduk asal Banyuwangi itu langsung menggarap lahan yang telah disediakan pemerintah,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, transmigrasi merupakan program yang harus didukung dan disinergikan dengan semua elemen, termasuk pemerintah daerah. ”Transmigrasi penting dalam konteks pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan perdesaan. Transmigrasi juga penting agar beban tidak terlalu menumpuk di Pulau Jawa,” ujar Anas.

Anas juga memaknai transmigrasi sebagai upaya mendistribusikan peran sumberdaya manusia (SDM) dalam membangun daerah. Bahkan, ke depan, transmigran diharapkan bisa datang dari lulusan sarjana berkualitas dari Pulau Jawa ke daerah-daerah tujuan transmigrasi di luar Pulau Jawa. ”Distribusi SDM ini menjadi solusi untuk memeratakan pembangunan di Indonesia,” pungkas Anas. (Humas Protokol)

banner 468x60