Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Tradisi Ritual Adat Kebo-Keboan Alasmalang

Tradisi Ritual Adat Kebo-Keboan Alasmalang

(113 Views) October 2, 2017 3:41 pm | Published by | No comment

Banyuwangi, Sebuah kegiatan ritual adat Kebo Keboan yang diselenggarakan di Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh pada Minggu pagi (01/1/2017), event yang masuk dalam serangkaian Banyuwangi Festival ini menjadi salah satu perhelatan yang cukup memancing banyak pengunjung untuk melihat adat Kebo-Keboan dari dekat.


Mayoritas masyarakat suku osing di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh tersebut mata pencahariannya sebagai petani di sawah, Ritual adat Kebo-Keboan ini merupakan kegiatan bersih desa ataupun sedekah bumi yang digelar oleh masyarakat Desa Alasmalang, mereka menggelar ritual ini merupakan bentuk tradisi tanda rasa syukur mereka kepada Tuhan yang maha esa atas apa yang telah diterimanya seperti panen yang melimpah, tanah yang subur.

Ritual Kebo-keboan ini diaadakan setiap bulan muharram, turut hadir dalam kegiatan ritual adat Kebo-keboan Alasmalang ini yaitu Deputi Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, Bupati Banyuwangi, dan tamu rombongan dari Assosiasi Kepala Desa dari Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur.

Adapun akses menuju ke tempat diadakannya acara ini setidaknya diawali dengan keramah tamahan untuk menyambut para tamu undangan, terlihat beberapa Kepala Desa se-Kecamatan Singojuruh berjejer untuk menyambut para tamu undangan dengan diiringi musik hadrah kuntulan yang terdiri dari 200 pemain musik hadrah yang sengaja dikumpulkan di Kecamatan Singojuruh.

Meskipun cuaca pada saat acara digelar sedikit hujan, namun tidak mengurangi antusias masyarakat untuk mengikuti serangkaian acara, sepanjang jalan di Alasmalang terlihat banyak hasil bumi milik masyarakat berjejer di tengah jalan dan tergantung pula pada gapura yang sengaja dibuat oleh warga, terletak di pusat Dusun Krajan, Desa Alasmalang acara dibuka dengan tari tarian tradisional dan pemukulan gong oleh Bupati Abdullah Azwar Anas yang mempertandakan acara segera dimulai.

Ritual adat Kebo-keboan ini diadakan dalam rangka gerilya kembali kegiatan pola pertanian pertanian serta alat pendukung manual dengan bantuan beberapa hewan kerbau, diketahui kerbau merupakan mitra bagi petani segalanya, mulai dari nafas ekonomi bagi petani dan penopong ekonomi bagi petani, dan yang menjadi kerbau itu disimboliskan dengan warga yang telah berubah wujud layaknya seperti hewan kerbau ini, seperti seluruh badannya dilumuri dengan cairan warna hitam, tanduk, serta lonceng kalung kerbau.

Sekira pukul 10.00 WIB Tradisi Kebo-keboan Alasmalang ini dibuka oleh Bupati Banyuwangi di perempatan Dusun Krajan, Desa Alasmalang terlihat di sisi ujung sebelah barat mulai baris berjejer utuk melakukan proses pawai ider bumi yang keliling ke penjuru Dusun Krajan.

Sebelumnya para kerbau kerbau ini juga melakukan proses ritual tapung tawar, yang dimaksudkan agar semua para kerbau kerbau ini tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, setelah itu proses pawai ider bumi bergerak dan para para kerbau ini melindungi gadis cantik berdandan layaknya Dewi Sri (Dewi Padi).

Ribuan pengunjung yang menghalangi  jalannya pawai ider bumi tersebut tak jarang para kerbau jadi jadian tersebut menabrak, menyeluduk, memoles wajah pengunjung dengan cairan warna hitam di wajah ribuan warga.

Setelah malakukan proses ider bumi ke berbagai penjuru Kampung, proses selanjutnya yaitu proses siklus bercocok tanam mulai membajak sawah, mengairi padi, menanam padi, hingga menabur benih padi yg dilakukan oleh Dewi Sri, lalu benih benih tersebut diperebutkan oleh warga yang dipercaya jika beberapa benih yang didapatnya itu akan menghasilkan panenan yang lebih melimpah. Disisi lain ritual ini hanya untuk meminta keberkahan sebelum memulai musim tanam padi yang berada di Desanya, Ungkap Ngatiyo

Selanjutnya, dipuncak acara semakin meriah dengan adanya pertunjukan drama yang berjudulkan “Sri Suguh” yang dimainkan oleh beberapa muda mudi Alasmalang yang berada di lokasi bangunan baru yang dijuluki ¬†Rumah Budaya Kebo-Keboan.


Para kerbau kerbau ini terlihat berkumpul di area sawah yang berlumpur yang dijadikannya untuk spot “goyang”, goyang merupakan ajang para kerbau untuk melakukan aksinya, tak jarang kerbau jadi jadian itu muncul untuk megejar, menyeret, membanting penonton ke tengah sawah serta dilumuri dengan lumpur.

Anas, mengapresiasi tentang tradisi budaya di Banyuwangi, dengan adanya tradisi seperti ini menjadikan semangat untuk melestarikan kebudayaan daerah, apalagi setiap desa desa yang mempunyai tradisi sendiri, seperti bangunan Rumah Adat Kebo-Keboan ini, maka desa tersebut kedepannya akan semakin banyak kunjungan para wisatawan. Ungkapnya. (Rohman)

Categorised in: ,

No comment for Tradisi Ritual Adat Kebo-Keboan Alasmalang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*