February 17, 2018

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Tegalsari Dilengkapi Rawat Inap

BANYUWANGI –  Pemkab Banyuwangi terus berikhtiar melengkapi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tegalsari dengan layanan rawat inap. Kini warga yang sakit dan membutuhkan perawatan opname tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit umum daerah yang terletak di luar kecamatan.

Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan  pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tidak hanya dengan membangun rumah sakit, peningkatan pelayanan kesehatan juga dilakukan di puskesmas se Kabupaten Banyuwangi. “Kami ingin akses pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dijangkau dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat juga bisa merata hingga ke tingkat desa,” kata Bupati Anas saat peresmian Puskesmas rawat inap dan UGD 24 jam di Puskesmas Tegalsari, Rabu (21/1).

Bupati Anas melanjutkan, penambahan fasilitas layanan rawat inap di tingkat Puskesmas akan dilakukan secara bertahap. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah dokter untuk memenuhi kebutuhan puskesmas. “Saat ini jumlah dokter masih kurang, kita sedang mengupayakan penambahan dokter untuk memenuhi layanan standar puskesmas rawat inap,” ujarnya.

Salah satu cara yang ditempuh, lanjut Bupati dengan mengajukan permohonan kepada Kemenpan dan RB untuk mengangkat dokter sebagai pegawai negeri sipil tanpa tes. “Alhamdulillah permintaan Banyuwangi untuk mengisi kekurangan dokter melalui perekrutan tanpa tes disetujui oleh Menpan. Tapi syaratnya dokter itu sudah mengabdi dalam waktu tertentu di Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Wiji Lestariono mengatakan, Puskesmas Tegalsari, selama ini memberikan pelayanan dasar bagi pasien. Bagi pasien yang memerlukan perawatan rawat inap, biasanya dirujuk ke rumah sakit terdekat. Namun dengan penambahan fasilitas terbaru, kini puskesmas Tegalsari bisa melayani penanganan pasien tingkat lanjut. “Pasien tidak perlu jauh-jauh ke RSUD Genteng atau ke rumah sakit lainnya, ini juga lebih meringankan biaya bagi pasien,” kata dokter yang disapa dr. Rio ini.

Dokter Rio melanjutkan, Puskesmas Tegalsari menjadi puskesmas ke 17 dari 45 puskesmas yang ada di Banyuwangi dengan pelayanan rawat inap. Pembangunan fasilitas tambahan ini menggunakan dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk pembangunan gedung dan pengadaan kelengkapan sarana prasarana penunjang dengan nilai total Rp. 800 juta.  “Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat,” pungkas dr. Rio.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan deklarasi desa ODF atau desa bebas dari buang air besar sembarangan oleh perwakilan masyarakat ari Desa Dasri dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalasri. (Humas Protokol)

banner 468x60