February 17, 2018

Tebar 100 Ribu Nila Pola Mina Naga Menjanjikan

Mina Naga

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir. Pujdo Hartanto, M.Ap dalam momentum tebar ikan Nila Merah

Banyuwangi, Memorandum – Pilot proyek budi daya Ikan Nila Merah di kolam dalam lahan kebun Buah Naga atau disebut sistem budi daya Mina Naga Kelompok Ternak Ikan Sumber Makmur, Desa Sumber Mulyo Kecamatan Pesanggaran diproyeksi akan meningkatkan kesejahteraan.

Secara khusus, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Disperkela) Kab. Banyuwangi, Ir. Pudjo Hartanto, M.Ap bersama Kepala Bidang Perikanan Disperkela Ir. Bintang Pamungkas menghelat kesungguhan kelompok ternak ikan Sumber Makmur, dengan lounching menebar 100 ribu bibit Ikan Nila Merah di 30 kolam dilahan kebun Buah Naga.

“Kelompok Ternak Ikan, juga petani kebun Buah Naga itu, masuk dalam program 1000 kolam yang digagas pemerintah. Sistim Mina Naga ini salah satu motifasi dan inovasi teman-teman Sumber Muyo,” ungkap Pudjo, Minggu (8/5).

Budi daya ikan secara berkelompok menunjang kepentingan pemerintah. Meningat kebutuhan ikan khususnya masyarakat Banyuwangi yang terus meningkat. Seperti diuraikan Pudjo, bahwa jumlah penduduk Banyuwangi kurang lebih ada 1600 an/orang. Sementara, kebutuhan konsumsi ikan kurang lebih 48 ribu ton pertahun. Sedangkan produksi budidaya ikan hanya 25 ribu ton pertahun. Total keseluruhan budi daya dan nelayan tangkap di Banyuwangi mencapai kurang lebih 86 ribu ton pertahun. Total kebutuhan konsumsi ikan dan industri jumlahnya bisa mencapai 120 ribu ton. Sehingga kurang 20 ribu ton, peluang-peluang kita meningkatkan produksi agar supaya bahan material untuk ikan.

Sistem Mina Naga yang digagas dalam rangka ikut program 10 ribu kolam. Keuntungan yang didapat oleh kelompok ternak ikan tersebut, menurut hitungan, penebaran benih 100 ikan Nila Merah tiga bulan kedepan diprediksi akan menghasilkan 8 ton. “Asumsi diuangkan akan mencapai 100 juta lebih dalam tiga bulan saja,” ungkapnya.

Sekedar tahu, daya tahan Ikan Nila Merah, selain tahan penyakit juga mudah merawatnya. Ikan itu akan memiliki nilai jual, layaknya ikan Kakap yang masih berpotensi menjadi kebutuhan restoran. “Hanya saja pamor ikan Nila Merah kurang. Tapi dipastikan manfaatnya dengan daya tahan ikan tersebut tidak akan kalah,” ungkapnya.

Salah satu perusahaan binaan Kelompok Ternak Ikan Sumber Makmur, akan terus mensuport keperluan nelayan. (swa)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60