Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » EKONOMI » Sukses Penyelenggaraan “Banyuwangi Batik Festival” Belum Sepenuhnya Mampu Angkat Potensi Lokal

Sukses Penyelenggaraan “Banyuwangi Batik Festival” Belum Sepenuhnya Mampu Angkat Potensi Lokal

(485 Views) October 12, 2016 11:46 am | Published by | No comment

dibalik-batik-festival-banyuwangi-2016

Banyuwangi, Memorandum – Salah satu event dalam rangkaian Banyuwangi Festival (Bifest), yakni Banyuwangi Batik Festival (BBF), sukses digelar di Lapangan Taman Blambangan, Minggu (9/10) malam. Pada tahun keempat pergelaran BBF tersebut, secara visual keberadaan batik tradisional Banyuwangi dengan berbagai motifnya, bisa dibilang mulai ‘moncer’ kepermukaan.

Bahkan, designers nasional, Priscilla, sebagaimana dikutip media lokal, dengan lantang menyatakan, Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma, berencana akan membawa batik Banyuwangi dalam ajang peragaan busana prestisius, Who Next ‘s Paris. “Rencananya Februari 2017, kita akan bawa batik Banywuangi kesana,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam pengantarnya MC BBF juga mengungkap tentang sisi keberhasilan Batik Banyuwangen, yang menurut penjelasannya, sudah ada yang mampu menembus pasar Eropa. Namun demikian, banyak pihak menilai bahwa sukses penyelenggaraan BBF ini ternyata belum sepenuhnya mampu mengangkat potensi Batik lokal.

Menariknya, diatas panggung terbuka BBF yang juga dihadiri Ketua DPR-RI, DR H Ade Komaruddin, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, DR Ir Basuki Hadimuljono, M.Si., Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, malah mengingatkan tentang definisi produk Batik yang harus diketahui publik.

Menurutnya, batik produksi pabrikan yang diproduksi secara massif, bukan termasuk jenis batik. Tetapi kain yang bermotif batik. “Batik itu ya hanya batik tulis dan batik cap. Selain itu, jelas bukan batik,” Kata Triawan Munaf, yang menyatakan pernah menemukan salah satu motif batik yang dicetak oleh merek terkenal. “Padahal, produk bisa dikatakan batik jika prosesnya dilakukan tulis dan cap,” tandasnya.

Pernyataan Ketua Bekraf tersebut, mengingatkan khalayak Banyuwangi tentang pengadaan seragam PNS Banyuwangi tahun 2015 yang bermotif batik dan diproduksi di Solo. Sebagaimana diberitakan Memorandum sebelumnya, pengadaan seragam batik printing ‘made in Solo’ tersebut membuat sebagian besar kalangan termasuk para pengrajin batik lokal, mersa terheran. Pasalnya, berbagai even tentang batik yang digelar Pemkab Banyuwangi, termasuk penyelenggaraan BBF yang berbiaya ratusan juta rupiah, menjadi sangat kontradiktif dan berbanding terbalik dengan pengadaan seragam PNS yang dibeli dari Solo.

“Lalu, untuk apa diselenggarakan BBF dan sebagainya tentang batik, kalau untuk seragam PNS malah beli ke Solo,” kata designer batik busana Banyuwangi, Isyam Syamsi, kepada Memorandum pekan lalu. (bud)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Sukses Penyelenggaraan “Banyuwangi Batik Festival” Belum Sepenuhnya Mampu Angkat Potensi Lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*