February 15, 2018

Sembilan Bulan Nelayan Muncar Tidak Melaut

– Perahu Nelayan, sandar di Pelabuhan Muncar. (Memorandum – Siswanto)

Banyuwangi, Memorandum – Selama hampir 9 bulan belakangan, Nelayan Muncar tidak melaut. Cuaca ekstrim yang menyebabkan tangkapan ikan sepi, membuat para nelayan enggan melaut. Sebagian besar nelayan lebih memilih memperbaiki perahu atau jaring ikan yang rusak.

“Sepinya tangkapan ikan akibat cuaca ekstrim yang disertai hujan itu sangat berpengaruh bagi nelayan untuk melakukan tangkapan ikan. Ya sekarang cuman perbaiki perahu, serta perbaiki jaring juga,” kata Atim, seorang nelayan Muncar, kepada Memorandum, Jumat (12/5).

Namun demikian, walaupun dengan kondisi cuaca ekstrim, ada beberapa nelayan yang nekad melaut, namun hasil tangkapannya sangat sedikit. Menurut Latif (52), nelayan setempat, tidak seperti biasanya, pada bulan Mei atau setelah waisak seharusnya sudah musim ikan. “Tapi sampai saat ini ikannya sangat sedikit,” ungkap Latif, sembari memperbaiki perahunya yang rusak dan bocor akibat dihantam ombak besar.

Hal senada juga diungkap oleh H Mursid (55), pemilik perahu slerek asal Duaraan, Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo. Menurutnya, sambil menunggu musim tangkapan ikan, sat ini  dia melakukan renovasi perahu miliknya. “Perahu slerek Sumberjaya ini kayunya sudah banyak yang lapuk,” kata H Mursid, yang mengaku sudah 9 bulan belakangan ini dia tidaka melaut. “Selama 9 bulan ini kami bersama rekan nelayan lainya hanya melakukan perbaikan perahu slerek sambil menunggu cuaca normal dan ada tangkapan ikan,”ungkapnya. (swa/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

banner 468x60