February 17, 2018

Satpol PP Garuk Pasangan Mahasiswa di Kamar Kos

razia-satpol-pp11-1

Sejumlah pemuda yang terjaring razia sedang berdua dikamar kost dibawa ke kantor Satpol PP (mam)

Banyuwangi, Memorandum – Dua pasangan mahasiswa Perguruan Tinggi di Banyuwangi dan Jember, serta dua pria asal luar Banyuwangi tanpa memiliki identitas kependudukan digaruk Satpol PP dirumah kost belakang Mall Ramayana, Selasa (18/10). Total ada enam orang yang dibawa ke Markas Satpol PP Banyuwangi.

Rumah kost yang dicurigai menggunakan aturan bebas tanpa batas, didatangi Satpol PP. Seperti di rumah kost kawasan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi dan sejumlah rumah kost di kecamatan Glagah, Giri, kawasan dekat dengan Pabrik Kerta Basuki Rachmad Kelurahan Singotrunan, ikut didatangi petugas.

“Yang kedapatan berdua di kamar statusnya mahasiswa perguruan tinggi di Banyuwangi, berasal dari Jawa Barat. Mereka tidak bisa menunjukan bukti surat nikah,” kata Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Repai SH.

Sebelum dipulangkan dan dikembalikan kepada orang tuanya,  terlebih dahulu petugas mendata dan mewajibkan untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi. “Kita bina agar mereka tidak lagi mengulang perbuatannya,” ungkapnya.

Ditambahkan Ripai, selain gelar oprasi rutin dirumah kos juga akan dilakukan pada tempat-tempat lain yang dicurigai jadi praktek mesum. Namun Ripai tidak menampik maraknya bisni rumah kost ini, akan berdampak negatifnya. “Dampak negatifnya ternyata banyak yang disalahgunakan menjadi tempat ajang mesum. Prinsip kami ingin kondisi Banyuwangi aman dan jauh dari penyakit masyarakat,”  katanya.

Waktu dekat, untuk penegakan perda No. 11 Tahun 2014 tentang Ketenraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP akan menggelar operasi yustisi ke tempat hiburan yang rawan dijadikan ajang transaksi prostitusi. (mam)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60