February 17, 2018

PT. BSI Polisikan Pengacara Warga Penolak Tambang

 –  Amrullah : Ini Kriminalisasi Pengacara

Banyuwangi, memorandum – Amrullah, pengacara warga penolak tambang, dilaporkan ke Polres Banyuwangi.  Pelapornya adalah pengelola tambang emas di Tumpang Pitu, PT. Bumi Sukses Indo (BSI). Amrullah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Pelaporan Amrullah ini disampaikan langsung Direktur Utama PT. BSI, Arif Firman dalam sebuah forum pertemuan Ngopi Bareng Bersama Kang Arif, saat menjawab pertanyaan wartawan radio terkait kabar pelaporan BSI di Kepolisian Banyuwangi, kemarin (19/5).

Menurutnya, pihaknya sudah melaporkan Amrullah ke Polres Banyuwangi. Karena banyak hal yang disampaikan Amrullah tidak sesuai dengan kenyataan. “Sudah kami laporkan sekitar dua minggu lalu, untuk lebih jelasnya Tanya ke Pengacara kami saja,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Stevi Arnold Rampengan membenarkan adanya laporan tersebut. Isi laporan terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. “Kami sudah periksa lima orang saksi termasuk pelapor,” kata Polisi asal Manado ini.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemeriksaan dua orang saksi ahli. Pertama, saksi ahli komunikasi sosial dari Stikom Surabaya dan satu lagi saksi ahli bahasa dari Universitas Airlangga Surabaya. “Selanjutnya kalau sudah ada keterangan dari saksi ahli baru kita bisa menentukan penetapan sebagai tersangka,” jelasnya.

Lebih jauh Stevie menyatakan karena ini pencemaran nama baik ini dilakukan melalui media sosial, sebenarnya bisa dijerat dengan undang-undang ITE. Namun untuk itu diperlukan keterangan saksi ahli apakah bahasa itu menyerang.

Menanggapi laporan terhadap dirinya, sebagai warga Negara yang baik Amrullah mengaku siap. Namun dirinya mengaku tidak tahu statemennya yang mana yang dijadikan dasar untuk laporan tersebut. Dia bahkan kaget saat mendengar laporan itu merupakan pencemaran nama baik melalui media sosial. “Saya tidak aktif di media sosial,” katanya melalui sambungan telepon.

Amrullah menduga, jika memang laporan itu pencemaran nama baik melalui media sosial, dirinya menduga terkait dengan statemennya yang dimuat pada sejumlah media online.

Lebih jauh Amrullah menyatakan, dirinya sebagai pengacara memiliki hak imunitas saat memberikan statemen terkait perkara yang dibelanya. Untuk itu dirinya siap dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun pada saat yang sama dirinya akan melaporkan hal itu pada Peradi Pusat. “Ini  bentuk kriminalisasi pengacara, akan kami laporkan kepada Peradi Pusat,” tegasnya. (jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60