Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » Proyek Plat Form Dinas Perikanan Jatim Minim Pengawasan Rugikan Penerima Manfaat

Proyek Plat Form Dinas Perikanan Jatim Minim Pengawasan Rugikan Penerima Manfaat

(432 Views) May 28, 2016 9:36 am | Published by | No comment

Lanjutan Dermaga Pancer (2)

Banyuwangi Memorandum – Aktifis penggiat masyarakat dari Forum Kajian dan Study Pembangunan Banyuwangi (FKSPB) berharap sistem pengawasan proyek bersumber APBD Provinsi Jawa Timur di daerah kota/kabupaten maksimal dan tidak mengaburkan fakta dilapangan. Tujuannya, agar manfaat mega proyek dengan kucuran anggaran negara bisa bermanfaat sepenuhnya untuk kemakmuran masyarakat di kota/kabupaten penerima proyek.

Itu disampaikan Hari Suharto, Bagian Kehumasan FKSPB yang mengaku prihatin karena sistem pengawasan proyek provinsi Jawa Timur dinilainya minim dan terkesan kurang serius. Satu contoh, yang sudah dimuat di Memorandum terkait Proyek Kontruksi Plalt form dan Dinding Dermaga di IPP Pancer Banyuwangi yang dikerjakan PT Gemahripa Loh Jinawi Bayuwangi  (GLJB) yang menelan biaya hingga miliaran rupiah, masih tidak berfungsi maksimal untuk dilewati ratusan kapal nelayan di laut Pancer. “Ini benar, serius. Buktinya, nelayan Pancer selaku penerima manfaat menilai proyek 6 miliar dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur akan muspro. Buktinya setelah dibangun kontruksi Plat Form dan Dinding Dermaga kini kondisinya tertimbung abrasi pasir lagi. Harusnya itu tidak boleh terjadi,” ungkap Hari Suharto kepada Memorandum, Jum’at (27/6).

Harapannya, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Banyuwangi tidak pasif. Harus jemput bola dan menyerap masukan dari nelayan setempat yang lebih paham georafis laut. Lalu selanjutnya memberikan masukan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.

FKSPB berjanji akan mencoba turun kelokasi, untuk berdiskusi dengan nelayan setempat. Harapannya, FKSPB bisa memberikan masukan dengan cara bersurat kepada Gubernur Jawa Timur dan DPRD Provinsi Jawa Timur di Surabaya. “Coba nanti akan diskusikan secara internal lebih dulu,” ungkapnya.

Seperti diberitakan Memorandum Edisi Jum’at (27/5), Pembangunan Proyek Kuntruksi Plalt form dan Dinding Dermaga di IPP Pancer Banyuwangi yang dikerjakan PT Gemahripa Loh Jinawi Bayuwangi  (GLJB) yang menelan biaya hingga miliaran rupiah, masih tidak berfungsi maksimal untuk dilewati ratusan kapal nelayan di laut Pancer. Penyebabnya, ada pendangkalan di jalur pintu masuk menuju dermaga, yang disinyalir ada perencanaan yang tergesa-gesa.

Pantauan Memorandum dilokasi, Proyek yang berada di Pantai Pancer Kecamatan Pesangaran yang tidak jauh dari Pantai Wisata Pulau Merah ini ternyata mendapat keluhan dari para nelayan setempat, karena dianggap tidak tepat sasaran.  “Kami anggap pembangunan itu salah sasaran perencanaannya. Sebab, hingga sekarang, belum bisa difungsikan. Tidak hanya itu, beberapa nelayan dan masyarakat sering mengalami kecelakaan laut,” kata suwardi (45), Nelayan dari muncar, Kamis  (26/5).

Suwardi (45 ) menambahkan, tidak jarang kapal nelayan menabrak batu pemecah  gelombang yang dipasang untuk memecah ombak. Beruntung, dalam setiap kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. Kapal nelayan yang hendak masuk di dermaga terpaksa harus minggir saat melintas di pintu masuk dermaga, karena terhalang pasir laut yang sudah mulai menutup pintu masuk. (mam/coi)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for Proyek Plat Form Dinas Perikanan Jatim Minim Pengawasan Rugikan Penerima Manfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*