February 17, 2018

Polisi Gelar Perkara Kasus Logo Palu Arit Di Polda Jatim

Banyuwangi, Memorandum – Aparat Kepolisian membuktikan keseriusannya mengungkap kasus munculnya logo palu arit dalam spanduk yang dibawa para pengunjuk rasa tolak tambang pada awal April lalu. Saat ini penyidik sedang melakukan gelar perkara kasus tersebut. Gelar perkara ini untuk menentukan siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Dewa Putu Prima Yogantara Parsana menyatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi ahli untuk melengkapi berkas perkara ini. “Keterangan saksi ahli sudah kita dapat, ada dua saksi ahli pidana, saksi ahli teknologi informasi dan saksi sosiolog,” jelasnya.

Keterangan saksi ahli tersebut menjadi salah satu modal penting untuk menentukan siapa tersangka dalam kasus ini. Semua keterangan dari saksi-saksi dan alat bukti yang sudah dikantongi akan dijadikan bahan gelar perkara.

Polisi yang akrab dipanggil Dewa ini menambahkan, untuk kasus ini gelar perkara tidak dilakukan di Polres Banyuwangi. Melainkan dilakukan di Polda Jawa Timur bersama dengan penyidik Polda. “Gelar perkara kita lakukan di Polda (Jatim), sebab perkara ini menjadi atensi kami,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi hingga saat ini masih belum menetapkan tersangka atas munculnya logo palu arit pada aksi unjuk rasa tolak tambang beberapa waktu lalu. Salah satu kendalanya adalah raibnya spanduk yang berlogo palu arit tersebut. Polisi sudah melakukan mencari bahkan melakukan penggeledahan di sejumlah rumah warga yang ikut dalam aksi tersebut. Namun spanduk tersebut tidak juga ditemukan.

Meski tak berhasil menemukan spanduk berlogo palu arit, Penyidik tetap berusaha keras mengungkap kasus ini. Penyidik akhirnya berkonsentrasi pada rekaman video aksi tersebut. Untuk itulah Polisi akhirnya memerlukan keterangan saksi ahli dalam kasus ini. Polisi ingin memastikan rekaman video tersebut memang benar-benar asli.(jai)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

banner 468x60