February 19, 2018

Pernak Pernik Muscab VIII PPP Banyuwangi

NU Buka Peluang Kadernya Masuk Parpol, “KH. Masykur Ali Restui Yusuf Nuris Masuk PPP”

pernik-muscab-ppp-banyuwangi

Foto bersama : jajaran PPP Pusat, Jatim dan Kabupaten Banyuwangi, PC. NU Banyuwangi, Ansor Banyuwangi

Banyuwangi, Memorandum – Perubahan sistem Musyawarah cabang di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), nampaknya membuka peluang kader-kader Nahdatul Ulama (NU) untuk kembali berlabuh di rumah Kabah. Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, merestui salah satu kadernya, H.Yusuf Nuris berjuang mewujudkan  target tiga besar di Pemilu Tahun 2019.

Dihadapan peserta Muscab VIII Dewan Pimpinan Cabang PPP Banyuwangi, Ketua PCNU, KH.Masykur Ali dalam sambutannya, mengingatkan bahwa PPP lahir dan dibentuk Nahdatul Ulama, bahkan bisa dikatakan Partai berlambang Kabah ini merupakan anak kandung NU. Jadi menurutnya, sudah sepantasnya PCNU mendorong kadernya masuk dalam jajaran pengurus PPP Banyuwangi mendatang.

“ H.Yusuf Nuris ini kader terbaik NU, saya restui untuk bergabung, menyalurkan aspirasi politiknya ke Partai Persatuan Pembangunan” Ucap KH.Masykur Ali.

Kembalinya Nahdatul Ulama ke khittah 1926 berarti membebaskan  setiap nahdliyin untuk memilih dan menyalurkan aspirasi politiknya sesuai pilihan masing-masing. Inilah yang menjadi alasan Nahdatul Ulama berani membuka peluang kepada kader-kadernya masuk kedalam barisan Partai berlambang Kabah, selain Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Secara historis PPP ada hubungan dengan NU,selain PKB.  Saat ini kader NU di PKB sudah banyak, yang pasti NU ada dimana-mana dan tidak kemana-mana” ungkap Ketua PCNU Banyuwangi. Masykur Ali menegaskan, kehadirannya ke Muscab VIII PPP Banyuwangi tidak seorang diri, namun ada beberapa MWCNU menemaninya. Hadir dalam kegiatan Muscab PPP, Bupati Banyuwangi, H.Abdullah Azwar Anaz, Ketua PCNU Banyuwangi dan jajaranya, Ketua Ansor Banyuwangi dan beberapa perwakilan Partai Politik.

Ditemui terpisah, H,Yusuf Nuris, mantan Wakil Bupati Banyuwangi di era Ratna Ani Lestari mengakui ,keinginannya untuk berkiprah di dunia politik,dipilihnya PPP karena ada hubungan petinggi Dewan Pimpinan Pusat  PPP dengan keluarganya, Selain itu, komitmen, idiologi dan platform PPP sesuai dengan Nahdatul Ulama.

“Secara historis kita punya sejarah yang sama” ungkap Yusuf Nuris.

Sementara Ketua DPW PPP Jatim, Drs. H.Musyaffa Noer, menyambut baik bergabungnya beberapa kadr NU ke Partai Persatuan Pembangunan, yang diharapkan mampu mendongkrak perolehan suara dalam Pemilu tahun 2019 mendatang. (ydi)

banner 468x60