Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » KRIMINAL » PENYIDIKAN TENGGELAMNYA KAPAL RAFELIA 2 DINILAI LAMBAT

PENYIDIKAN TENGGELAMNYA KAPAL RAFELIA 2 DINILAI LAMBAT

(465 Views) July 27, 2016 9:22 am | Published by | No comment

Hampir 5 Bulan Berlalu, Belum Ada Tersangka Dimeja Hijaukan

Banyuwangi, Memorandum – Penyelidikan kasus tengelamnya kapal Rafelia 2 terkesan lambat. Sudah hampir lima bulan sejak kapal tersebut tenggelam belum ada satu orang pun yang diajukan ke meja hijau. Meski sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka namun berkas perkaranya saat ini masih di tingkat Kepolisian.

Kasat Polair Polres Banyuwangi AKP Subandi menyatakan, berkas perkara tersangka kasus tenggelamnya kapal Rafelia 2 atas nama IN saat masih dalam proses penyelesaian. Padahal, berdasarkan data Memorandum, IN sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir bulan April lalu. “Untuk berkas tersangka IN mau tahap I,” katanya ditemui di Polres Banyuwangi.

IN merupakan petugas Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Gilimanuk. Pria inilah yang mengeluarkan surat perintah berlayar sebelum kapal Rafelia 2 tenggelam di selat Bali. Musibah yang terjadi pada 4 Maret itu merenggut nyawa 6 orang termasuk Nahkoda dan Mualim  I.

Subandi memastikan akan ada tersangka lain dalam kasus ini. Namun mantan Kasubaghumas Polres Banyuwangi ini tidak menjelaskan kapan tersangka baru itu ditetapkan. “Akan ada tersangka baru, tapi sekarang ini masih belum,” jelasnya.

Sebelum menetapkan IN sebagai tersangka Polisi sudah memeriksa 34 orang saksi. Ditambah lagi dengan saksi ahli dari ITS, Surabaya dan Universitas Brawijaya, Malang. Dari ITS, ada tiga saksi ahli yakni  ahli keselamatan pelayaran, ahli transportasi laut, dan ahli hukum perkapalan. “Kita sandingkan dengan satu saksi ahli pidana dari universitas Brawijaya Malang,” kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Stevie Rampengan saat ekspos penetapan IN sebagai tersangka dalam kasus ini.

Saksi dari ITS untuk menentukan penyebab kecelakaan. Sedangkan dari Universitas Brawijaya untuk menentukan pasalnya. Hasilnya keterangan saksi ahli dari ITS menyebut kapal tersebut tenggelam karena kelebihan muatan. Karena muatan yang dibawa kapal tidak sesuai dengan kemampuannya.

Sedangkan dari ahli pidana dalam kejadian ini yang lalai adalah pihak operator. Dalam hal ini adalah pihak pelabuhan. Sehingga pihaknya akhirnya menyimpulkan IN sebagai tersangka. IN ditetapkan sebagai tersangka karena yang memberikan persetujuan pelayaran adalah KUPP Gilimanuk, bukan Banyuwangi.

IN ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal 359 KUHP karena lalainya sehingga mengakibatkan orang lain. Penyidik gabungan Satreskrim Polres Banyuwangi dan Satpolair memang menggunakan KUHP untuk menjerat tersangka. Awalnya, Polisi menggunakan undang-undang pelayaran namun buntu karena nahkoda sudah meninggal dunia dalam musibah itu.

Saat ini Polisi sudah menyita barang bukti berupa dokumen kapal, surat ijin berlayar, dan kapal itu sendiri walaupun kapal Rafelia 2 berada di dalam laut, namun tetap dilakukan penyitaan dengan menetapkan sita di Pengadilan.(jai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in:

No comment for PENYIDIKAN TENGGELAMNYA KAPAL RAFELIA 2 DINILAI LAMBAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*