Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » OLAHRAGA » Pengrov Jatim Bekukan Satu Perguruan Karate di Banyuwangi

Pengrov Jatim Bekukan Satu Perguruan Karate di Banyuwangi

(495 Views) May 17, 2017 7:54 am | Published by | No comment

Banyuwangi, Memorandum – Amura Karate-Do Indonesia, Pengurus Provinsi (Pengprov) Jatim menonaktifkan salah satu anggotanya, Joko Triadni (49). Surat perihal penonaktifan itu bernomer 013/Amura/Jatim/Pemb/V/2017.

Dalam surat tersebut ditegaskan, Joko Triadni dinonaktifkan dari Amura Jawa Timur dan kegiatan Forki Jatim, serta ditarik dari kepengurusan Pengprov FORKI Jatim Sie Perwasitan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Surat tersebut tertanggal 10 Mei 2017 dan penonaktifan berlaku sejak tanggal 11 Mei 2017.

Ketua Harian FORKI Banyuwangi, Yuli Daryanto, mengatakan, dengan adanya surat itu, Amura banyuwangi dianggap sudah tidak ada lagi di Banyuwangi. Sebab Ketuanya sudah dinonaktifkan. Sehingga perguruan karate anggota FORKI yang dianggap sah hanya 9 Perguruan. Sebab 1 perguruan sudah dibekukan.

Menurut Yuli Daryanto, terbitnya surat penonaktifan itu lantaran Joko Triadni rangkap jabatan. Selain sebagai Ketua Amura Banyuwangi, dia juga menjabat sebagai Ketua Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Banyuwangi. Kata dia, tidak mungkin ada 2 federasi karate di tubuh KONI Banyuwangi. Terlebih yang satu diakui secara sah oleh Pemerintah atau KONI, sedangkan yang satunya tak diakui. “Memang kita tunggu sejak lama ketegasan dari FORKI Jatim & Pengprov AMURA,” ujar Yuli Daryanto Selasa (16/5).

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Joko Triadni mengaku secara resmi belum mendapat surat penonaktifan tersebut. Namun dia hanya mendengar kabar dari beberapa rekannya yang lain. Menurut Joko, surat itu tidak ada hubungannya dengan kepengurusannya di Ketua Cabang Amura Banyuwangi. Sebab hanya berkaitan dengan perwasitan. Sehingga kata dia, surat itu sedikitpun tak berdampak pada kegiatan yang dilakukan oleh Amura Banyuwangi. Bahkan menurutnya dia masih berhak menjadi Ketua Amura Banyuwangi hingga tiga tahun mendatang. “Pembekuan wasit jatim ini juga sudah terlambat, karena saya sudah menjadi wasit nasional,” jelasnya.

Sebab itu Joko mengaku tenang menyikapi masalah tersebut, terlebih dia sudah konsultasi masalah ini ke pengurus tingkat pusat. “Saya melihat masalah ini ada unsur senang dan tidak senang, sebab ada wasit yg keliatannya berambisi ingin menggantikan posisi saya,” pungkasnya. (ham/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Pengrov Jatim Bekukan Satu Perguruan Karate di Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*