February 19, 2018

Pemkab Mou Dengan PLN

patung kuda banyuwangiBANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi khususnya Dinas kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Pendapatan  melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan PT. PLN distrik Jawa Timur area Banyuwangi. Kerjasama tersebut salah satunya menyangkut penertiban penerangan jalan umum (PJU) yang ilegal.

Kepala PLN Cabang Banyuwangi Parulian Noviandri mengatakan sambungan listrik ilegal yang dipakai untuk penerangan jalan jumlahnya cukup banyak di Banyuwangi. Tahun ini saja akan dilakukan penertiban pada 6675 titik lampu ilegal. “Selama April sampai Mei ini sudah 400 titik lampu yang diputus,” kata Parulian.

Parulian melanjutkan, dalam proses penertiban apabila ada sambungan lampu yang memenuhi standar PLN maka bisa tetap dipakai dan dimasukkan menjadi  PJU DKP selaku dinas yang membawahi penerangan jalan. “Dalam kerjasama ini DKP akan memback-up proses penertiban lampu-lampu ilegal tersebut. PLN juga mendukung  gencarnya perluasan penerangan oleh DKP demi mewujudkan program Banyuwangi terang,” ujar Parulian.

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik adanya kerjasama ini. Terkait banyaknya sambungan PJU ilegal Bupati mengatakan  akan mendorong adanya swadaya dari masyarakat dalam penyediaan lampu jalan . “untuk jalan yang tidak ramai kami harap masyarakat bisa menyambung sendiri, tidak semua penerangan jalan harus masuk ke DKP. Sedangkan pemerintah akan tetap melakukan pemerataan penerangan di jalan-jalan se Banyuwangi,” kata Bupati.

Selain masalah penertiban lampu ilegal, dalam MoU tersebut juga mengatur kerjasama mengenai pemungutan dan penyetoran penerangan jalan serta pembayaran rekening listrik Pemkab Banyuwangi. (Humas Protokol)

banner 468x60