February 20, 2018

Pawai Jodang Tradisi Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar dengan berbagai cara oleh masyarakat untuk meramaikannya, warga masyarakat Dusun Glondong, dan Dusun Gumuk Agung, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari menggelar kegiatan pawai jodang untuk meramaikannya pada Minggu siang, (04/12/2017).

Jodang merupakan replika miniatur masjid yang berbahan dasar menggunakan sterofoam yang nantinya dirangkai menyerupai masjid pada mestinya, proses pembuatan jodang pun terbilang rumit bagi orang yang belum pernah membuatnya.

Konon katanya pada 20 tahun yang lalu jodang merupakan sebuah alas untuk membawa ancak atau makanan untuk dibawa ke masjid Jamik Baitur Rahman sambil diarak disertai sholawatan nabi dan asrokol, namun seiring berkembangnya jaman dan berbikir bahwa zaman modern ini menambahkan tradisi jodang untuk memperingati maulid nabi Muhammad SAW.

Hampir di penjuru Dusun Glondong dan Gumuk Agung pada saat menjelang bulan Robiul Awal ataupun bulan mulludan kata orang jawa menyebutnya seringkali disibukan dengan pembuatan jodang.

Jodang jodang tersebut dikerjakan oleh Rudi Harianto (20), Rohim (20), Ardi (20) dan dibantu oleh 15 teman temannya yang tergabung dalam keremajaan, adapun untuk pengerjaan pembuatan jodang tersebut selama 2 bulan lamanya mulai dari menyiapkan rangka besi sebagai alas atau pondasi desain bangunan tembok, kemudian langkah selanjutnya menentukan warna, dan selanjutnya menentukan ornamen halaman atau taman masjid.

Tak Jarang ereka mengerjakan jodang tersebut secara otodidak ide ide, inspirasi, masukan masukan untuk mengkreasi arsitektur masjid itu untuk lebih bagus. Secara gotong royong para remaja membuat jodang hampir setiap malam selama 2 bulan itu mereka menyicil sedikit sedikit membagi tugas seperti membuat ornamen, membuat pagar, dll.

Awalnya pengalaman mereka hanya ikut ikutan saja membantu orang tuanya diwaktu kecil, akhirnya timbulah generasi generasi dan sekarang beranjak dewasa mereka yang meneruskan kreativitas yang mereka miliki.

Proses pembuatan diawali dari bagian dalam kemudian bagian luar, adapun ukurannya bervariasi dengan Panjang 4,20 meter dan Lebar, 3,70 meter dan berat sekira 400 Kilogram, dari pembuatan jodang itu mengahabiskan dana kurang lebih lima juta rupiah dan menghabiskan sebanyak 70 Lembar sterofoam dan 20 Kilogram cat warna. Ungkap Bonari

Kesulitan dalam pengerjaan tentuanya tidak ada yang merasa kesulitan namun yang musuh terbesar dari mereka itu hanya anak kecil, ayam, dan hewan lainnya, mengantisipasi kerusakan mereka menempatkan pembuatan dengan ditutupi dengan alas atau tenda yang tidak permanen.

H-5 menjelang perlombaan jodang itu mereka mengebut pengerjaan jodang jodang itu untuk proses finishing seperti pembuatan bangunan bangunan pada umumnya, lalu pada acara itu nantinya jodang jodang itu akan diarak ke masjid jami’ Baiturahman untuk dilombakan dengan RT lainnya se Gumuk Agung dan Glondong Kecamatan Blimbingsari. Sebanyak 16 peserta

Hadiah perlombaan bukan menjadi persoalan bagi para mereka yang dicari cuma hobi serta sudah menjadi tradisi untuk peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, kita bersaing tapi tetap menjadi saudara seutuhnya, ungkap Rudi Harianto.

Selain itu pula setelah acara selesai dan tim dari dusun Glondong ini RT 03 RW 01 mendapatkan juara umum, tak jarang orang yang melihat terkesima dengan jodang jodang yang ada di glondong dan watukebo bahkan dari daerah lain seperti Songgon, Rogojampi, Kabat, Benculuk, Jajag menyewanya untuk memperingati maulid nabi dengan cara pawai di daerahnya.

Rochman

banner 468x60