February 19, 2018

Pariwisata Naik 1000 persen, PAD Harusnya Terus Digenjot

BANYUWANGI – Seiring tumbuhnya perekonomian yang terus melaju baik dari sektor wisata, perumahan hingga perdagangan  Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mentargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima pemerintah bisa berbanding lurus. Selama ini PAD yang diterima pemerintah dinilai Bupati Anas masih belum seimbang dengan apa yang telah dicapai Banyuwangi.

Dari data yang ada di Dinas Pendapatan (Dispenda), target PAD tahun 2014 sebesar Rp 225 miliar dan bisa terlampaui 109,6 persen dengan realisasi Rp 246 miliar.  PAD itu diperoleh diantaranya dari Pajak Daerah,  seperti pajak hotel, restoran, hiburan dan pajak  bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB)  sekitar Rp 77 miliar.  Retribusi daerah, seperti jasa parkir,retribusi perizinan tertentu sekitar Rp 23 miliar. Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan seperti sewa gedung wanita, sekitar Rp 15 miliar, sedangkan PAD yang sah sekitar Rp 132 miliar. Di tahun 2015 ini PAD kita ditargetkan hanya Rp 249 miliar.

Melihat kondisi ini, Bupati Anas meminta kepada Dinas Pendapatan (Dispenda) untuk lebih giat dalam melakukan penagihan kepada wajib pajak sesuai bidang pajaknya. Apalagi, saat ini industri pariwisata di Banyuwangi naik 1000 persen, tentunya hunian hotel dan restoran juga naik. “Mestinya pendapatan pajak dari sini naik,” ujar Bupati Anas.

Begitu juga industri properti di Banyuwangi yang naik cukup pesat. Dari data BI disebutkan Outstanding kredit di perbankan Banyuwangi melampui Jember. “Ini juga memungkinkan nilai pendapatan pajak naik. Dispenda harus lebih pandai dari wajib pajak, jangan sampai kita ini dikelabuhi wajib pajak. Kalau perlu ajak diskusi konsultan pajak pratama untuk berbagi ilmu. Juga sesekali undang pakar ekonomi Unair untuk memberikan pelatihan cara membuat akuntansi yang benar,” kata Bupati Anas, saat membriefing staf Dispenda, Kamis (8/1).

Dalam kunjungannya yang cukup singkat ke kantor Dispenda tersebut, Bupati juga tidak sekedar membriefing stafnya untuk bisa bekerja lebih giat dan keras, melainkan juga memberikan solusi-solusi memudahkan mereka menaikkan PAD. Misalnya memperbaiki layanan pajak, salah satunya  memperbaiki pasar. Memperbaiki disini tidak harus merehab secara keseluruhan, cukup dirapikan. “Kalau toh ada yang rusak, segera komunikasikan dengan Dinas PU atau DKP, disana kan banyak paving yang tidak terpakai yang  bisa dialokasikan untuk pavingisasi atau yang lainnya. Sehingga bekerja tidak harus berdasarkan anggaran bisa out of the box,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, Kepala Dispenda Soedirman, menyatakan akan terus berkomitmen melakukan upaya menaikkan PAD dengan cara menyisir seluruh obyek, seperti hotel-hotel dan restauran yang masih belum memenuhi kewajibannya. Disamping itu pihaknya juga siap mendatangkan pakar-pakar ekonomi untuk memberikan ilmu kepada stafnya. “Secara berkala minimal satu tahun empat kali kita adakan pelatihan untuk membimbing staf kami,” ujar mantan Sekretaris Dewan ini. (Humas Protokol)

banner 468x60