January 17, 2018

Para netizen jadi aim promosi dan pasar batik Banyuwangi

Banyuwangi – Agar industri kreatif batik terus tumbuh, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan promosi dan pendekatan pada tiga segmentasi masyarakat. Ketiganya adalah segmentasi anak-anak muda, netizen atau pengguna internet dan perempuan.

Mereka sekaligus menjadi sasaran penjualan untuk mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata di kota berjuluk The Sunrise of Java itu. “Jejaring perempuan ini luar biasa, orang sekarang ketergantungan kepada ibu atau perempuan. Misalnya ortu, trendnya ikut anak perempuan, pria manut istri dan ibu ke mal beli batik,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (20/09).

Sasaran kedua adalah anak-anak muda yang jumlahnya di Indonesia juga termasuk besar. Sementara sasaran ketiga, Anas melanjutkan, adalah para pengguna internet atau netizen. “Gara-gara itu (promosi kepada netizen) saya sering diajak selfie, lalu di-upload ke Twitter,” tukasnya.

Menurut dia promosi batik di situs jejaring sosial sekarang cepat menyebar. Jaringan pengguna internet juga luas. Oleh sebab itu lah Anas juga aktif di situs jejaring sosial buat mempromosikan Banyuwangi. “Saya punya Twitter, supporters saya sekarang 21 ribuan,” ujarnya kepada merdeka.com

Karena aktif di media sosial, dia joke merasa harus mengikuti perkembangan di dunia jejaring sosial, salah satubya berselfie ria. Hal itu nampak dalam Batik Festival Banyuwangi kemarin. Azwar Anas berulang kali melayani ajakan anak-anak muda berselfie ria, termasuk dengan PNS, pengusaha.

Merdeka.com

banner 468x60