February 19, 2018

Pantai Boom Masuk Jaringan Wisata Maritim

Banyuwangi- Upaya mempercantik tampilan Pantai Boom terus dikebut. PT Pelindo III (Persero) melalui anak usaha PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) bersama Pemkab Banyuwangi kembali mendiskusikan masa depan pantai boom. Direktur Utama PT PPI, Prasetyo, membisikkan pantai boom bakal masuk dalam jaringan pengembangan wisata maritim (marina) yang terkoneksi dengan Pantai Benoa, Bali dan Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pantai seluas 44,2 hektare itu masuk kawasan yang dikuasai Pelindo III Cabang Tanjung Wangi. Ia berkata, Pantai Boom sangat potensial untuk dikembangkan sekaligus mendukung Kabupaten Banyuwangi mendongkrak arus kunjungan wisatanya. “Sayang kalau ditelantarkan karena sangat jarang pantai dengan kondisi geografis seperti boom. Kami akan mengintegrasikan wisata marina antara Banyuwangi, Benoa, dan Labuhan Bajo,” kata Prasetyo di kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (22/1).

Di hadapan Bupati Abdullah Azwar Anas, Prasetyo memaparkan grand design yang akan mengubah wajah Boom. Ia membagi pembenahan itu ke dalam beberapa zonasi seperti: kawasan residance (hotel), restoran, komersial (water sport), public space, dan museum. Grand design dibuat berdasarkan potensi Pantai Boom. “Pengembangannya tetap berwawasan lingkungan, kearifan lokal, dan optimalisasi view menyesuaikan zonasi,” kata dia.

Apabila konsep berjalan mulus, Prasetyo akan menjadikan Pantai Boom sebagai pilot project buat menyulap wajah Pantai Benoa dan Labuhan Bajo. Dia pun siap menjaring investor yang beminat membenamkan modal di Pantai Boom. Itu sebabnya, Prasetyo berkeyakinan wisata marina terintegrasi antar provinsi bukan mustahil diwujudkan. “Masalahnya di Benoa itu terkendala perijinan dan isu lingkungan. Di sini pemda mendukung. Ke depan, kalau perlu ada seal Banyuwangi di Pantai Boom,” kata dia.

Setali tiga uang, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengapresiasi grand design yang diusung oleh Prasetyo. Bagi Bupati Anas, konsep ini kian mempermudah akses laut dari Pantai Benoa ke Pantai Boom dan sebaliknya. Ia berharap dalam 1-2 minggu ke depan perjanjian kerja sama perihal pengelolaan parkir dan kebersihan bisa diteken. Persoalan bisnis yang lebih makro, kata Anas, menunggu pembentukan BUMD pariwisata yang ditargetkan terbentuk akhir 2015. “Jangan terlalu birokratis lah. Saya ingin cepat jalan karena banyak investor yang bertanya-tanya tentang Pantai Boom,” ujarnya.

Bupati Anas menambahkan, wisata Pantai Boom bisa juga diintegrasikan dengan pariwisata di Bali bagian barat, seperti Pulau Menjangan. Prasetyo agaknya sejalan dengan Pemikiran Bupati Anas. “Wisata Pantai Boom bisa dipaketkan dengan Pulau Menjangan dalam konsep water sport atau lainnya,” Prasetyo menambahkan.

Sekedar diketahui, untuk mendukung terwujudnya wisata marina, pemkab Banyuwangi sejak 2013 telah menyulap pantai boom terlihat hingga sedap dipandang mata. Mulai pengadaan LPJU, lanscape, pagar di tepi pintu masuk hingga membangun pedestrian dan median jalan. Kesemuanya itu, telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 miliar lebih. Bahkan untuk menjaga kebersihan pantai boom, pemkab harus mengerahkan 24 orang tenaga kebersihan yang selalu stanbay disana.

Selain itu, pemkab juga menyulap sudut-sudut pantai boom yang kumuh menjadi bangunan baru dan moderen. Selama tahun 2014 ini pemkab telah mengalokasinya dana sekitar Rp 2,5 miliar untuk menyulap pantai boom menjadi cantik dan bersih. Diantaranya,  jembatan hotmixisasi dari arah pintu masuk. Sepanjang jalan lingkungan pesisir pantai telah dipaving dengan kualitas conblock K300 per meter. Juga telah dibangun food court yang diperuntukkan bagi 59 pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sisi utara.

Di masing-masing stand food court  dilengkapi dapur terbuka, kitchen set, listrik, air bersih dan sanitasi dengan view menghadap laut. Disebelahnya empat toilet umum yang moderen. Sementara disisi selatan juga tengah dikebut pembangunan mushola terbuka. Semua bangunan menggunakan konsep green buillding dengan arsitek tenama Adi Purnomo dari Jakarta.

Karena di tahun 2014 masih belum tuntas rehab pantai boom, pemkab melanjutkan pengerjaanya di tahun anggaran 2015 yang dianggarkan sekitar Rp 4 miliar. Dana itu akan diperuntukkan untuk pembangunan lingkungan pendukung pantai wisata ini. Diantaranya jembatan menuju makam pahlawan 0825, jalan ke kampung Ujung akan di hotmix. Sementara jalan tanah arah menuju Kampung Mandar akan diperkeras. Yang lainnya akan meneruskan pavingisasi, PKL pembangunan pos Satpol PP, area parkir dan memindahkan kantor satuan polisi air ke tempat yang pas. (Humas Protokol)

banner 468x60