Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » LAROS » TEMPO DOELOE » Pangeran Mas Tawangalun Kanjeng Sinuhun Macanputih

Pangeran Mas Tawangalun Kanjeng Sinuhun Macanputih

(1151 Views) April 27, 2017 12:17 am | Published by | No comment

Pangeran Mas Tawangalun Kanjeng Sinuhun Macanputih

Banjoewangie Tempo Doeloe | Mas Tawangalun sulung lima bersaudara, Mas Tanpauna pangeran di Kedhawung. Sepeninggal Pangeran Mas Tanpauna, ayahnya, menggantikan menjadi pangeran di negeri Kedhawung, sedangkan Mas Wila, adiknya, menjadi pangeran patih. Setelah lebih kurang empat tahun, antara kedua orang kakak beradik itu timbul perselisihan. Pangeran Mas Tawangalun mendapat fitnah dari Pangeran Patih Mas Wila.Mas Tawangalun. dengan kebesaran jiwa lalu menyerahkan kekuasaan. di Kedhawung kepada adiknya, Pangeran Patih Mas Wila. Ia sendiri lalu dengan 40 orang kawan membuka hutan Bayu

Tawangalun digambarkan. memiliki watak berlapang dada dan berjiwa besar, tidak suka ribut-ribut lebih baik mengalah, bekerja giat berusaha sendiri membuka daerah baru. Berlawanan dengan perilaku Wila, adiknya, yang digambarkan memiliki watak gemar memfitnah karena terdorong hasrat kuatnya menduduki jabatan.

Setelah Prabu Tawang Alun Pindah di Bayu,disana sangat Bagus perkembangan.Tanah yang baru saja dibukanya dengan 40 orang kawan itu amat subur, segala tanaman menjadi tumbuh. Banyak orang Kedhawung datang menetap sehingga Bayu bertambah ramai. Kepindahan mereka pun tertarik akan pemerintahan Pangeran Mas Tawangalun yang amat adil. Dalam tempo yang singkat, lebih kurang enam tahun kemudian, jumlah penghuninya telah meningkat pesat, telah mencapai 2.000 kepala keluarga.

Perkembangan dan kemajuan Bayu itu mengirikan Pangeran Mas Wila Kedhawung. Untuk kedua kalinya ia berbuat fitnah lagi, dikerahkannya 800 orang Kedhawung untuk menyerang Bayu. Lebih kurang dua setengah tahun peperangan Kedhawung melawan Bayu berkobar. Akhirnya pasukan Kedhawung hancur, Pangeran Mas Wila pun tewas beserta adiknya, Pangeran Patih Mas Ayu Tunjungsari, dan anaknya, Pangeran wilatruna.

orang-orang Bayu bertahan dengan gagah dan gigihnya, melawan serbuan orang-orang Kedhawung yang terbakar rasa dengki.serta irinya. Tidak mustahil bilamana dalam peperangan itu orang-orang Bayu dapat bertahan dengan lebih mantap dan penuh semangat, sedangkan orang-orang Kedhawung yang terbakar hatinya lebih gampang kehilangan keseimbangan nalar, sehingga hancur berceceran

Setelah Pangeran Mas Wila meninggal, Kedhawung diperintah oleh dua orang wanita adiknya: Mas Ayu Melok selaku pangeran prabu dan Mas Ayu Gringsing selaku pangeran patih. Dari lukisan itu menunjukkan bahwa adat setempat pada masa itu memungkinkan wanita menjabat pucuk pimpinan, kelanjutan pemerintahan di Kedhawung di bawah kekuasaan dua orang wanita penguasa itu

Kemudian beberapa waktu setelah Mas Tawangalun menjadi pangeran di Bayu, ia bertapa di Pangabekten pada kaki tenggara gunung Raung. Setelah tujuh hari tujuh malam ia rnendengar suara gaib, yang menyarankan agar ia berjalan menuju ke arah timur laut. Dalam tujuh hari perjalanan ia akan berpapasan dengan harimau putih hendaklah binatang itu dikendarainya. Tempat berpapasan itu adalah hutan Sudimara. Setelah beberapa lama ia akan diturunkan oleh harimau putih itu dan sekejap binatang itu akan musnah. Tempat di situ itulah kelak supaya dibuka menjadi negara dengan nama negara Macanputih, Jadilah akhirnya suara gaib itu kenyataan.

Mengenai harimau putih jelaslah bahwa bukan harimau biasa melainkan harimau gaib. Warna putih menyarankan kepada warna harimau yang bukan sembarang harimau

Pangeran Mas Tawangalun lalu mengajak orang-orang Bayu membuka hutan Macanputih. Setelah lima tahun sepuluh bulan kemudian jadilah negara Macanputih.bayu ditinggalkan. dan menetaplah ia di Macanputih yang tumbuh berkembang makin ramai dan makmur

Jadilah Mas Tawangalun pangeran di Macanputih Ia Menikah dengan Dewi Sumekar anak Arya Bulater memililki empat orang Anak:
1) Pangeran Dipati Mas Macanapura,
2)Pangeran Patih Mas Sasranegara,
3) Pangeran Mas Gajabinarong,
4) Pangeran Mas Kertanegara.

Dengan istri selir Mempunyai anak tujuh orang Anak
1) Mae Dalem Wilalodra
2) Mas Dalem wilasastra
3) Mas Dalem Wilakrama
4) Mas Dalem Wiratmaja
5) Mas Dalem Wiraguna,
6) Mas Dalem Wirayuda
7) Mas Dalem Wirajaya

Anak-anak pangeran Mas Tawangalun tersebut semuanya *gagah perkasa lagi sakti.

Pangeran Mas Tawangalun memerintah dengan bantuan tujuh orang manggala andalan negara Macanputih;
1) Arya Jagaraga,
2) Arya Jagapati,
3) Arya Bulater
4) Arya Macanguguh
5) Arya Bunut
6) Arya Kedhot
7) Arya Parus.

Atas jasa dan pengaruhnyalah negara Macanputih disegani

Sumber@Buku Koleksi BTD BABAD BLAMBANGAN KAJIAN HISTORIOGRAFI TRADISIONAL OLEH: DARUSAPUTRA 1993

Oleh : Munawir | Dari Grup Facebook : Banjoewangie Tempo Doeloe

Categorised in:

No comment for Pangeran Mas Tawangalun Kanjeng Sinuhun Macanputih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*