February 18, 2018

Oknum Poktan UJ Kalibaruwetan Jual Traktor Hibah Pemerintah

traktor kalibaru

Ketua Poktan UJ Saiful Bahri (inset) gambar jenis traktor yang diduga dijual ke petani Jember.

Banyuwangi, Memorandum – Oknun Pengurus Kelompok Tani (Poktan) Upaya Jaya (UJ), desa Kalibaruwetan Kecamatan Kalibaru, diduga menjual traktor cacah bantuan  hibah pemerintah yang disalurkan dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan kab. Banyuwangi tanpa sepengetahuan anggota poktan maupun pihak dinas selaku pembina petani.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, traktor cacah merk Kubota warna merah saat ini telah menjadi milik seorang warga kabupaten Jember yang diduga dibeli dari oknum penting di Poktan Upaya Jaya seharga Rp.15 juta.

”Tarktor bantuan itu, saat ini tidak ada karena sudah menjadi milik pribadi salah satu warga Jember, ” ungkap petani setempat, yang enggan identitasnya dikorankan, kemarin (14/5).

Terpisah anggota LSM Terpadu Kecamatan Kalibaru Moch.Abdul Rasek sangat menyayangkan penjualan traktor bantuan Pemerintah pada tahuin 2014 tersebut. Jika benar terjadi kabar itu, Rasek menilai penjualan aset bantuan pemerintah bentuk pelanggaran. Karena mekanisme penjualan atau penghapusan ada tahapan yang dilalui. Misalnya dilaporkan ke dinas terkait dan ada berita acara serta didaftakar ke KPKL Jember.  “apapun alasannya, menjual aset milik Negara itu salah,” tegasnya.

Ribut soal kabar penjualan traktor bantuan Pokta Upaya Jaya, ditanggapi ketuanya Saiful Bahri saat dijumpai dirumah Kadus Wonorejo desa Kalibaruwetan menepis tudingan ada penjualan aset bantuan pemerintah tersebut. ”traktor bantuan dari Dinas Pertanian itu tidak dijual, hanya disewakan kepada salah satu warga Jember dengan harga Rp 15 juta. Dan itu dilakukan atas persetujuan sekretaris Bayu Sultan, Bendahara Fonitri Poktan Upaya Jaya. Sedangkan uang sewanya sebanyak Rp. 15 juta sebagian untuk membeli bibit durian juga untuk membeli 3 ekor kambing,sisanya saya tidak ingat lagi,” jelas Saiful.

Untuk memperjelas kebenaran tentang status traktor dijual atau disewakan, sejumlah petani didampingi aktifis swadaya masyarakat berencana melaporkan oknum poktan. (fai)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60