February 17, 2018

Muntaha Dan Kopi Kasela, Petani Kopi dan Olahan Kopi Yang Jadi Salah Satu Pilihan Terbaik Di Banyuwangi

Kopi adalah minuman yang paling banyak peminatnya. Tidak pandang tua muda ataupun pria wanita, Kopi selalu menjadi pilihan disaat senggang karena memiliki cita rasa yang lezat dan sangat nikmat diminum disaat apapun, baik kopi panas maupun dingin.

Perkembangan kepariwisataan Banyuwangi, Jawa Timur, yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tidak saja menempatkan Banyuwangi dengan destinasi wisata yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional. Geliat ini juga mendorong peningkatan perekonomian pada masyarakatnya.

Diantaranya dirasakan masyarakat lereng Gunung Ijen yang berada di Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Masyarakatnya yang mayoritas sebagai petani kopi tersebut, sebelumnnya menjual hasil budidaya kopi robusta dan eselsanya dalam bentuk biji mentah yang harganya relatif murah. Setelah Kelurahan Gombengsari ditetapkan sebagai kawasan agrowisata, masyarakatnya cenderung mengolah hasil panen kebun kopinya dalam bentuk olahan.

Muntaha Dan Icon Kopi Kasela

Muntaha 52 tahun, warga Lingkungan Kacanganasri Kelurahan Gombengsari adalah salah seorang warga yang mulai merasakan dampak positif kemajuan Banyuwangi. Laki-laki yang mengaku berkebun kopi sejak usia remaja itu merupakan petani yang kini mulai menggeliat setelah selama puluhan tahun menjual kopi hasil panenan kebunnya dalam bentuk biji.

Menurutnya, sebelum banyak wisatawan berkunjung ke sini banyak petani kopi yang menjual dalam bentuk biji mentah. Tetapi, sekarang petani mulai melirik pasar yang menjanjikan dengan mengolah biji kopi menjadi bubuk kopi yang nilai ekonominya jauh lebih tinggi.

Bahkan, Muntaha kini memiliki kedai kopi yang diberinya nama KASELA yang merupakan singkatan dari nama Kacangan Asri Selalu Langgeng. Nama ini juga ia gunakan sebagai nama produk kopi bubuk olahannya.

Sedang beragam jenis kopi bubuk olahan KASELA, antara lain; Kopi Luwak Arabika dan Robusta, Kopi Lanang, Kopi Arabika Original, Kopi Robusta original, Kopi Konuga Robusta, Kopi Excelsa, Green Coffee, dan Kopi Jambe Nom Spesial laki-laki. Dari beberapa jenis kopi bubuk olahannya yang paling diminati adalah Kopi Lanang dan Kopi Jambe Nom.

Sejak mengolah sendiri biji kopi menjadi bubuk kemasan, Muntaha mengakui penghasilannya bisa berlipat dibanding menjual biji mentah. Biji kopi kering mentah hanya dihargai antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilonya. Tetapi bubuk kopi olahannya, lanjut Muntaha, bisa dihargai jauh lebih tinggi tergantung dari jenis kopinya.

Saat ini wilayah pemasaran produk kopi bubuknya, selain Banyuwangi, juga mulai merambah sejumlah kota di tanah air.

 

SetiaOne

 

 

banner 468x60