February 17, 2018

Mulai Beroperasi, Taksi Bosowa Janji Dukung Pengembangan Pariwisata Banyuwangi

BANYUWANGI – Bosowa melaunching beroperasinya taksi Bosowa Cabang Banyuwangi, Sabtu kemarin (20/12). Peluncuran taksi jenis sedan warna biru itu dilakukan bersama Bupati Abdullah Azwar Anas, sesaat sebelum digelarnya ngarak 1771 ancak di depan Pemkab Banyuwangi.

Menurut CEO grup bisnis Transportasi dan Logistik Bosowa, Subhan Aksa, peluncuran perdana Taksi Bosowa Cabang Banyuwangi tersebut merupakan bentuk dukungan Bosowa terhadap pengembangan pariwisata di kabupaten berjuluk Sunrise of Java  ini. “Ini bentuk support kami untuk pengembangan pariwisata di Banyuwangi,” ujarnya.

Didampingi Managing Director Bosowa Corporation, Sadikin Aksa, Subhan  mengatakan, jumlah armada taksi yang dioperasikan di Banyuwangi sebanyak 25 unit pada tahap awal. Jumlah armada taksi perusahaan yang berpusat di Sulawesi Selatan  itu diproyeksi bertambah di waktu yang akan datang. “Selanjutnya (jumlah taksi yang beroperasi di Banyuwangi) akan disesuaikan dengan permintaan yang ada di kota ini,” kata pria yang juga berprofesi sebagai pebalap nasional ini.

Subhan mengaku, pihaknya memprioritaskan warga Banyuwangi untuk menjadi pengemudi (sopir) Taksi Bosowa Cabang Banyuwangi. Tak hanya dimaksudkan sebagai pemberdayaan warga lokal, melainkan juga sopir asli Banyuwangi dinilai lebih mengenal dan memahami kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini. Sehingga kemana pun tamu atau wisatawan minta diantar, mereka tahu dan paham seluk beluk tempat yang dituju.

Untuk  pool taksi Bosowa Cabang Banyuwangi itu, Subhan membeberkan, lokasinya  sudah ada, yakni tidak jauh dari kompleks pabrik Semen Bosowa di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Subhan menilai, diluar keinginan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Banyuwangi, dilihat dari segi bisnis, peluncuran Taksi Bosowa Cabang Banyuwangi merupakan langkah yang potensial. Wilayah Banyuwangi sangat luas, dengan  jumlah penduduk yang cukup banyak. “Bisa dikatakan,  ini salah satu potensi yang menjanjikan. Sama seperti saat kami pertama kali mengoperasikan taksi di Makassar, Sulsel. Orang melihat market (pasar)-nya belum terlalu besar. Tetapi lama kelamaan kami memiliki citra yang sangat kuat di daerah tersebut,” pungkasnya. (Humas & Protokol)

banner 468x60