February 17, 2018

Minta Hujan, Petani Bangorejo Gelar Adu Tiban

ritual tiban

Banyuwangi, Memorandum – Kemarau panjang jelas meresahkan seluruh masyarakat.  Untuk mendatangkan hujan, masyarakat adat mataraman di Kecamatan Bangorejo menggelar ritual Tiban, dan memohon pertolongan Tuhan YME dengan cara saling pukul tubuh dari cambuk dari lidi pohon aren.

Aksi adu pukul diyakini masyarakat di Banyuwangi Selatan adalah cara meminta dengan cara adu kekuatan dengan cambuk. Menariknya peserta Tiban banyak berdatangan dari luar Bangorejo.

Peserta tiban mulai usia 10 tahun, hingga kakek-kakek juga turut meramaikan acara rituan tahunan turunya air hujan, dengan cara saling cambuk bergantian

Sementara Zaet, peserta asal Desa Gambiran, mengaku senang bisa mengikuti tiban (adu cambuk) meski sedikit terluka (sakit) di sekujur tubuhnya, akibat terkena sabetan lawan

Katirin Ketua Panitia Ritual (Tiban) itu saat ditemui Memorandum, membenarkan bahwa kami sengaja mengadakan kegiatan ritual tiban ini, bermaksud dengan tujuan warga petani minta air hujan (swa)

Sumber : Koran Harian Memorandum

MEMORANDUM

banner 468x60