February 19, 2018

Minimalisir Kesenjangan PT BSI Gencar Sosialisasi

Minimalisir Kesenjangan

Arif Firman, Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI) (berdiri)

Banyuwangi, Memorandum – Kurang transparansi-nya  informasi yang disampaikan kepada masyarakat selama ini, diakui telah menimbulkan ‘kesenjangan’ di kalangan masyarakat. Sebagai akibatnya, setiap permasalahan yang muncul menjadi mudah menjalar dan membesar. Untuk itulah, sajak beberapa bulan terakhir managemen PT Bumi Suksesindo (PT BSI) terus giat menggelar sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan media massa.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kita terus menggelar sosialisasi kepada masyarakat, baik dilakukan secara terbuka maupun kepada kelomok-kelompok yang ada di Masyarakat. Setiap minggu, kita selalu menggelar sosialisasi yang dihadiri antara 40 – 50 orang warga masyarakat. Ini akan terus kita lakukan agar masyarakat tidak lagi dibingungkan dengan masalah-masalah pertambangan, kata Senior Manager External Affair PT BSI, Arif Firman, dihadapan sejulah awak media dan aktifis Mahasiswa di Hotel Shantika, Kamis (19/5).

Dalam sosialisasi yang disampaikan selama ini, kata Arif Firman, selain masalah teknis tambang dan berbagai permasalahannya, juga dijelaskan tentang kiprah PT BSI melalui program Pengembangan Masyarakat yang dilakukannya selama ini. Menurut Arif Firman, biaya-biaya yang dikeluarkan PT BSI dalam program tersebut selama ini bukan merupakan program Community Social Responsibility (CSR) yang menjadi kewajiban perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Sesuai undang-undang, program CSR itu wajib dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Dan yang dilakukan PT BSI selama ini bukanlah program CSR, tetapi program pengembangan masyarakat yang sepenuhnya merupakan inisiatif PT BSI. Dalam hal ini, PT BSI masih belum produksi, tetapi baru sampai pada tahap konstruksi. Jadi PT BSI belum berkewajiban melaksanakan CSR,” jelas Bambang.

Disinggung tentang kemanfaatan yang bisa dirasakan langsung baik oleh masyarakat sekiar maupun Banyuwangi, menurut Bambang, harus dilihat secara jangka panjang. “Bila bicara tentang kemanfaatan, ya jangan dilihat secara pendek. Kemanfaatan yang akan dirasakan masyarakat itu terus akan terjadi dalam jangka panjang,” kata Arif Firman. (bud)

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60