February 19, 2018

Menguak Misteri Tumpangpitu Pesanggaran-Banyuwangi (3)

Jalur Lintas Selatan Sudah ‘Terlihat’ Sejak 1966

Banyuwangi, Memorandum – Samadikun, yang biasa dipanggil Mbah Kun, adalah seorang paranormal yang sudah cukup lama malang melintang di dunia ‘perdukunan’ diujung timur Pulau Jawa. Tentang Gunung Tumpangpitu yang menjadi sangat fenomenal akhir-akhir ini, Mbah Kun yang tinggal di Dusun Rejoagung RT 07 RW 2 Desa Sumberagung, Pesanggaran, ini punya cerita tersediri tentang kawasan Gunung Tumpangpitu dan sekitarnya.

Mbah Kun yang menuturkan, dalam sebuah ‘dialog ghaib’ yang pernah dilakukannya dengan sang penguasa laut Selatan, Nyi Roro Kidul, sang ratu mengingatkan agar masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan Gunung Tumpangpitu, untuk senantiasa menjaga dan merawatnya dengan baik. “Saat itu, Ratu mengingatkan kepada kita bahwa Gunung Tumpangpitu itu harus dirawat dan dijaga, bukan malah dirusak,” ungkapnya.

Menurut Mbah Kun, sang Ratu memerintahkan untuk menjaga dan merawat gunung Tumpangpitu karena gunung tersebut pada hakikatnya merupakan salah satu ‘benteng’ yang melindungi masyarakat dari berbagai ancaman bala-bencana. “Sebagai sebuah benteng, Gunung Tumpangpitu itu ada penjaganya, yang pasti akan marah kalau yang dijaganya itu dihancurkan. Bila Tumpangpitu sudah digempur habis, berarti benteng yang melindungi masyarakat itu sudah tidak ada. Dan itu ancaman bagi kita semua,” kata Mbah Kun.

Dalam sebuah meditasi pernah dilakukannya di sekitar Tumpangpitu, menurut Mbah Kun, secara ghaib dia pernah ditunjukkan tentang adanya sebuah jalur jalan yang melintas di kawasan tersebut. “Pada saatnya nanti, di wilayah selatan ini akan memiliki jalur jalan sendiri. Saya sudah pernah melihatnya ketika bersemedi di tahun 1966 lampau,” kata Mbah Kun. (swa)

Bersambung…

Sumber | Koran Harian Memorandum

Koran Harian Memorandum 2016

banner 468x60