Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » BANYUWANGI FESTIVAL » Membumikan ‘Festival Banyuwangi’

Membumikan ‘Festival Banyuwangi’

(423 Views) January 12, 2017 8:36 pm | Published by | No comment

Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), sebuah festival unggulan yang berhasil melambungkan nama Banyuwangi. (foto; Eko Budi Setianto/dok)

Oleh    ;

Eko Budi Setianto

Banyuwangi Kota Festival. Sebutan ini terasa paling tepat untuk menggantikan sebutan-sebutan sebelumnya. Faktanya, melalui berbagai acara festival yang sejak beberapa tahun belakangan terus rutin digelar, pamor dan potensi Banyuwangi semakin dikenal secara luas.

Sebutan ‘Banyuwangi Kota Festival’ untuk menggantikan sebutan ‘Banyuwangi Kota Pisang’ yang telah lama menghilang, dan sebutan ‘Banyuwangi Kota Gandrung’ yang sudah mulai jarang digunakan, semakin tidak bisa dihindarkan. Dan upaya Pemkab Banyuwangi untuk ‘membumikan’ acara Festival sebagai ‘Outlet’ untuk ‘menjual’ berbagai potensi yang dimiliki, nyatanya juga sudah mulai disukai oleh sebagian besar masyarakat Banyuwangi. Bahkan, masyarakat – hingga yang ada di wilayah pedesaan – pun mulai suka menggunakan kata Festival untuk menamai kegiatannya.

Tak pelak, maraknya penggunaan atribut ‘Festival’ inipun mulai memunculkan antusiasme masyarakat dan mendorong mereka untuk menggelar bermacam festival diluar penyelenggaraan Festival resmi yang digelar Pemkab.

Namun demikian, mewabahnya ‘demam festival’ ini membawa dampak positif bagi Banyuwangi. Bisa dicontohkan, pergelaran ‘Festival Kali Lo’ yang murni atas prakarsa warga sekitar bantaran sungai tersebut, akhirnya menjadi semacam ‘refleksi’ bagi warga sekitar tentang kondisi lingkungan sungai, yang sebagian besar tanggung-jawab kebersihan dan kelestariannya berada dipundak warga.

Terlepas dari apa dan bagaimana tentang biaya penyelenggaraannya, yang jelas, selain sebagai alat untuk menjual atau mempromosikan potensi, penggunaan even festival juga sangat efektif untuk membangun peran serta masyarakat dalam mendorong pembangunan dan kemajuan Banyuwangi. Sebab, sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disebut ‘Festival’ adalah Hari atau pekan gembira dalam  rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah.  Selain itu, ‘Festival’ juga bisa dimaknai sebagai ‘Pesta Rakyat’, yang artinya; sebuah kegiatan yang dilaksanakan untuk rakyat, dengan melibatkan rakyat, dan sepenuhnya didedikasikan untuk kepentingan rakyat.

Dalam kerangka itulah, PemkabBanyuwangi saat ini mulai mempersiapkan puluhan festival yang akan digelar disepanjang tahun 2017. Sekitar 60-an jenis festival sudah dipersiapkan, mulai dari Festival ‘Jeding Rijig’ (Kebersihan Toilet), Festival Sedekah Oksigen, Festival Kali Bersih, Festival Jaranan Bhuto, hingga puncaknya, Festival Kuwung, yang akan digelar pada Desember mendatang, sudah mulai dipersiapkan pelaksanaannya.

Tentu, semua akan berharap, bahwa dengan membumikan acara-acara festival sebagai pendorong pembangunan dan kemajuan, bisa semakin mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah yang layak disebut; ‘Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo’.  Semoga. (penulis adalah wartawan Memorandum)

Sumber | skhmemorandum.com

Koran Harian Memorandum 2016

Categorised in: ,

No comment for Membumikan ‘Festival Banyuwangi’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*