Banyuwangi The Sunrise Of Java || Kota Festival || Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Ingin Kembali
Menu Click to open Menus
Home » PEMERINTAHAN » Langgar Aturan, LPSE Banyuwangi Dikeluhkan Rekanan

Langgar Aturan, LPSE Banyuwangi Dikeluhkan Rekanan

(374 Views) April 27, 2017 9:59 pm | Published by | No comment

– Sekretaris ULP LPSE Banyuwangi, Rachmad Basuki (kiri) bersama Ka ULP, Doni.
– Rekanan asal Kalibaru, H Abdullah. (Memorandum – Hariyadi)

Banyuwangi, Memorandum – Proses Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten  Banyuwangi tahun anggaran 2017, dianggap kurang transparan dan cenderung kurang mentaati Peraturan,padahal seharusnya mengikuti mekanisme peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

Menurut salah satu rekanan, H Abdullah, proses LPSE saat ini, belum menjalankan mekanisme yang sebenarnya, masih ada kesan permainan. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak ditayangkannya nilai penawaran dari masing-masing rekanan dalam satu paket pekerjaan, sehingga rekanan merasa dirugikan. “Nilai penawaran dari masing-masing rekanan, tidak dikeluarkan,tidak ditampakan sama sekali,sehingga rekanan merasa buta untuk melakukan penawaran, dan merasa dirugikan kalau dengan cara itu “ ungkap H Abdullah, saat dikonfirmasi Memorandum, di kediamannya Kalibaru, Kamis (27/4) .

Padahal  proses LPSE di Kabupaten lain, tidak mengalami perubahan. Rekanan yang sudah Upload penawaran satu paket pekerjaan,sore hari sudah dapat melihat nilai penawaran dari masing-masing rekanan, Jikapun kalah atau tidak menang dalam proses penawaran, rekanan bisa tahu letak kelemahan penawarannya. Namun,jika nilai penawaran dari masing-masing rekanan tidak diketahui dan tertutup, seperti sistem LPSE yang digunakan saat ini,maka rekanan merasa buta perbandingan nilai penawaran,dandirugikan. “Lelang tahap I masih transparan, nilai penawaran dinampakan, kalau sekarang kok tidak dinampakan, apa ada pengkondisian” ungkapnya.

Dan yang sangat disayangkan oleh Abdullah. Pergantian sistem ini, tidak pernah dilakukan sosialisasi oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) LPSE di Banyuwangi. Direktur CV Permata,kalibaru ini, menilai ULP Banyuwangisudah tidak transparan,dan pihaknya akan segera melaporkan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Sementara dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Unit Layanan Pengadaan Banyuwangi, Rachmad Basuki, menjelaskan, nilai penawaran yang tidak ter-upload atau dinampakan tersebut tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan,sebagai salah satu bentuk evaluasi pihaknya terhadap keluhan yang disampaikan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah. “ Pengantian sistem ini,sebagai salah satu bentuk evaluasi kami,yang tujuannya untuk perbaikan kualitas pembangunan” ucap Rachmad Basuki mengakhiri wawancaranya. (ydi/bud)

Sumber | Surat Kabar Harian Memorandum

Categorised in:

No comment for Langgar Aturan, LPSE Banyuwangi Dikeluhkan Rekanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*